Jelang Pemilu, Saudara Lelaki PM Singapura Pilih Dukung Partai Oposisi

Lee Hsien Yang dan saudara lelakinya, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, tidak memiliki hubungan yang baik.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  14:43 WIB
Jelang Pemilu, Saudara Lelaki PM Singapura Pilih Dukung Partai Oposisi
Lee Kuan Yew (tengah) dan keluarganya merayakan ulang tahunnya yang ke-80 di Singapura pada Selasa (16/9/2003). Turut berfoto (dari kiri ke kanan) menantunya Lee Suet Fern, putranya Lee Hsien Yang, Kepala Pengadilan Tong Pung How, putrinya Lee Wei Ling, istrinya Kwa Geok Choo, putranya Lee Hsien Loong, menantunya Ho Ching, dan cucunya Li Xiuqi. - Reuters/David Loh

Bisnis.com, JAKARTA -- Saudara lelaki Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong memilih mendukung partai oposisi baru menjelang Pemilu yang akan digelar tahun ini.

Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Minggu (28/7/2019), Lee Hsien Yang menyatakan People's Action Party (PAP) yang dipimpin oleh PM Lee sudah kehilangan arah.

"Saya mendukung prinsip-prinsip dan nilai-nilai Progress Singapore Party dengan sepenuh hati," paparnya seperti dilansir Reuters, Senin (29/7).

Hsien Yang melanjutkan PAP yang ada saat ini bukanlah PAP yang didirikan ayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perselisihan internal keluarga Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura 1959-1990 yang juga pendiri PAP dan ayah Hsien Yang serta PM Lee. PAP sudah memimpin Negeri Singa sejak merdeka dari Inggris lebih dari 50 tahun lalu, dengan raihan suara yang tak pernah di bawah 60 persen.

Adapun Progress Singapore Party baru dibentuk tahun ini dan dipimpin oleh Tan Cheng Bock. Tan adalah mantan anggota PAP yang pernah nyaris mengalahkan PM Lee dalam Pemilu 2011.

PM Lee sebelumnya menyatakan akan mundur dari posisinya ketika usianya mencapai 70 tahun, atau 3 tahun lagi.

Ketidakharmonisan antara anak-anak Lee Kuan Yew bermula dengan perdebatan terkait nasib rumah milik The Founding Father of Modern Singapore itu, sepeninggal dirinya yang meninggal dunia pada Maret 2015.

Hsien Yang dan saudara perempuannya, Lee Wei Ling, ingin rumah itu dihancurkan. Keduanya beralasan hal itu telah disampaikan oleh sang ayah dalam surat wasiatnya.

Mereka menuding PM Lee, sang kakak, berkeinginan menjadikan rumah itu sebagai semacam tempat keramat untuk dinasti politik keluarga tersebut. Keduanya khawatir kakak mereka menggunakan tangan-tangan pemerintah untuk melawan mereka.

Rumah itu kini dimiliki oleh Hsien Yang dan ditinggi oleh Wei Ling.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
singapura

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top