Goldman Sachs : Perdagangan Asia Mulai Menunjukkan Peningkatan

Ekonom Goldman Sachs Group Inc. mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda kemerosotan ekspor Asia mulai mengalami pemulihan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  11:04 WIB
Goldman Sachs : Perdagangan Asia Mulai Menunjukkan Peningkatan
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom Goldman Sachs Group Inc. mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda kemerosotan ekspor Asia mulai mengalami pemulihan.

Menyoroti peningkatan substansial dalam ekspor ke Amerika Serikat dari ekonomi Asia termasuk Taiwan, Vietnam, dan India, penurunan pengiriman yang lesu dari China secara efektif tertutupi.

Ekonom Goldman yang dipimpin oleh Andrew Tilton menuliskan dalam sebuah catatan bahwa guncangan awal dari perang perdagangan kemungkinan sudah terlewati, dengan ekspor Asia ke China pulih dan ekspor teknologi juga mulai menyusul ekspor non-teknologi yang stabil.

"Rebound dalam siklus perdagangan Asia tampaknya sudah terlambat, dengan ekspor Asia menggeser pertumbuhan aktivitas mitra dagang dan penurunan saat ini bertahan lebih lama dari siklus sebelumnya," tulis laporan Goldman, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (29/7/2019).

Pada perkembangan terkini, negosiator perdagangan China dan Amerika Serikat akan bertemu lagi di Shanghai pekan ini untuk putaran pertama pertemuan antara kedua pihak sejak pembicaraan terhenti pada Mei.

Menurut Goldman, bahkan jika ketegangan perdagangan meningkat, stimulus yang diharapkan dari langkah-langkah pemerintah dan bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi akan membantu pemulihan perdagangan.

Pekan ini juga, The FEd diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam 1 dekade. Yang pasti, tarif tambahan AS untuk barang-barang China akan terdampak.

"Namun, pandangan kami adalah, eskalasi kemungkinan akan bersifat sementara sebelum perjanjian perdagangan disepakati, dan potensi kerusakan dapat dikurangi dengan pergeseran berkelanjutan dalam rantai pasokan," tulis ekonom Goldman.

Mereka menambahkan, jika terjadi peningkatan lebih lanjut dalam ketegangan perdagangan di luar perkiraan ekonom, perdagangan Asia dapat mengalami penurunan berikutnya.

Menurut ekonom Goldman, jika penurunan bertahan hingga tahun yang akan datang, maka ini adalah siklus penurunan perdagangan terpanjang sejak 1990-an.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top