Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Bakal Tambah Impor Produk Pertanian dari AS

Media nasional China, Xinhua, mengabarkan bahwa sejumlah perusahaan tengah menunggu proses penandatanganan perjanjian jual beli produk pertanian asal Amerika Serikat tanpa tarif di tengah rencana dimulainya kembali perundingan dagang antara kedua negara pekan ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  10:53 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA -- Media nasional China, Xinhua, mengabarkan bahwa sejumlah perusahaan tengah menunggu proses penandatanganan perjanjian jual beli produk pertanian asal Amerika Serikat tanpa tarif di tengah rencana dimulainya kembali perundingan dagang antara kedua negara pekan ini.

Mengutip Kementerian Perdagangan China dan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Xinhua melaporkan bahwa perusahaan China telah membeli beberapa barang pertanian setelah meminta penawaran harga untuk produk-produk seperti kedelai, kapas, daging babi dan sorgum AS pada 19 Juli.

"Beberapa perusahaan China telah mengajukan permohonan pembebasan pembelian dari sanksi tarif," tulis media pemerintah Xinhua News Agency, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (29/7/2019).

Sebeumnya Bloomberg News juga sempat melaporkan bahwa beberapa perusahaan domestik telah disetujui untuk membeli produk pertanian terbaik AS bebas tarif.

Menurut Xinhua, perusahaan asal China akan membeli lebih banyak produk AS jika harga dan kualitasnya sesuai dengan standar mereka.

Pasokan kedelai AS ke China, pasar terbesar dunia, merosot pada paruh pertama 2019 ke level terendah dalam lebih dari 1 dekade karena sedikit kemajuan yang dicapai dalam perundingan perang dagang antara kedua negara.

Pejabat senior AS, termasuk Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, akan melakukan perjalanan ke China pada Senin (29/7/2019), untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi sejak negosiasi terhenti pada Mei.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump telah mengeluh bahwa China belum meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika, sesuai janji yang katanya disepakati pada pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20, di Osaka bulan lalu.

Sementara itu, dituliskan oleh Xinhua, China mengatakan AS harus mengambil langkah konkret untuk mengimplementasikan komitmen dari perjanjian dagang dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kerja sama perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top