Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Kucurkan Bantuan Pertanian US$15 Per Hektar

Pemerintah AS akan membayar kompensasi minimal US$15 per hektar kepada petani yang dirugikan oleh perang dagang Presiden Donald Trump dengan China.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  21:15 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump (kiri) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah AS akan membayar kompensasi minimal US$15 per hektar kepada petani yang dirugikan oleh perang dagang Presiden Donald Trump dengan China. Paket bantuan tersebut rencananya akan diluncurkan sebelum akhir minggu ini.

"Kami akan memberikan informasi tersebut untuk Anda akhir minggu ini," ungkap Menteri Pertanian Sonny Perdue, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (24/07/2019).

Dia mengungkapkan total bantuannya sekitar US$16 miliar. Para petani AS, konstituensi utama Trump, menjadi pihak yang paling terpukul dalam perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini. 

Kedelai adalah ekspor pertanian AS yang paling berharga, dan pengiriman ke China turun ke level terendah dalam 16 tahun pada tahun 2018.

Program ini akan menjadi bantuan putaran kedua bagi para petani, setelah rencana Kementerian Pertanian AS mengucurkan bantuan senilai US$12 miliar tahun lalu untuk mengkompensasi harga produksi pertanian yang lebih rendah akibat dari perselisihan perdagangan AS dengan China dan negara-negara lain.

USDA telah mendesain ulang program bantuan pertanian pada tahun lalu yang didasarkan pada umpan balik. Paket baru akan memiliki tingkat pembayaran tunggal per kabupaten, dihitung berdasarkan kerugian di daerah itu, bukan berdasarkan tarif untuk setiap komoditas. 

Perdue mengungkapkan US$15 per hektar adalah pembayaran minimal.  “Kami sedang mengantisipasi tiga tahapan; mungkin 50% atau minimum ada US$15 per hektar pada awalnya,” kata Perdue. Adapun, tahapan kedua dan ketiga akan tergantung pada kondisi pasar kemudian.

Craig Ratajczyk, Kepala Eksekutif Asosiasi Kedelai Illinois, mengatakan minimum US$15 per hektar akan membuat kreditur pertanian lebih nyaman. 

“Ini akan membantu menyediakan stabilitas lembaga pinjaman tersebut. Ini menjadi keyakinan," ujarnya. Namun, Ratajczky menegaskan petani lebih fokus pada seberapa besar panen jagung dan kedelainya pada musim gugur mendatang, dibandingkan terhadap bantuan USDA tersebut. 

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat pada KTT G20 bulan lalu di Osaka, Jepang, untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan yang terhenti pada Mei. Saat itu, AS sepakat tidak akan mengenakan tarif baru dan pejabat AS mengatakan China setuju untuk melakukan pembelian pertanian. 

Namun, Trump mengatakan pada 11 Juli bahwa China tidak memenuhi janji untuk membeli barang-barang pertanian AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump pertanian
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top