Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iran Tolak Rencana Inggris Bentuk Pasukan Keamanan Maritim di Teluk

Rencana pembentukan pasukan keamanan maritim pimpinan Eropa di Teluk yang diungkapkan Menlu Inggris, Jeremy Hunt memicu kegaduhan setelah Iran menolak rencana tersebut dan dikecam oleh para pendukung perdana menteri terpilih, Boris Johnson.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  11:26 WIB
Kapal Angkatan Laut Iran mencoba memadamkan api di atas sebuah kapal tanker yang diserang di Teluk Oman, Kamis (13/6/2019). - Tasnim News Agency via Reuters
Kapal Angkatan Laut Iran mencoba memadamkan api di atas sebuah kapal tanker yang diserang di Teluk Oman, Kamis (13/6/2019). - Tasnim News Agency via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana pembentukan pasukan keamanan maritim pimpinan Eropa di Teluk yang diungkapkan Menlu Inggris, Jeremy Hunt memicu kegaduhan setelah Iran menolak rencana tersebut dan dikecam oleh para pendukung perdana menteri terpilih, Boris Johnson.

Sedangkan para ahli industri pelayaran Inggris menilai rencana itu tidak memberikan solusi jangka pendek untuk krisis terkait penyitaan kapal tanker berbendera Inggris oleh Iran di kawasan Teluk.

Pada Senin (22/7/2019), Hunt meluncurkan sebuah rencana untuk membentuk pasukan keamanan maritim yang dipimpin Eropa.

Dia menjelaskan bahwa rencana akan menjadi saingan bagi pasukan AS yang akan dilihat oleh Iran sebagai langkah eskalasi ketegangan. Pasalnya, Washington menentang kesepakatan nuklir Iran.

Penolakan AS terhadap kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018 telah memicu serangkaian insiden seperti penyitaan atas kapal berbendera Inggris Stena Impero pada Jumat pekan lalu.

Hunt mengutuk penyitaan Iran sebagai tindakan pembajakan negara.

Wakil Presiden Iran, Eshaq Jahangiri mengatakan koalisi internasional apa pun untuk melindungi Teluk hanya akan membawa rasa tidak aman. 

"Tidak perlu membentuk koalisi karena koalisi macam ini dan kehadiran orang asing di kawasan itu sendiri menciptakan rasa tidak aman," katanya seperti dikutip Theguardian.com, Rabu (24/7/2019). 

Menurutnya, selain meningkatkan rasa tidak aman langkah itu tidak akan mencapai apapun. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa iran inggris Boris Johnson
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top