Pemerintah India Cari Pinjaman Asing untuk UKM

Pemerintah India sedang membicarakan pinjaman senilai US$14,5 miliar yang akan disalurkan ke segmen industri kecil dan menengah dengan beberapa lembaga keuangan asing.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  02:51 WIB
Pemerintah India Cari Pinjaman Asing untuk UKM
Bank sentral India - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah India sedang membicarakan pinjaman senilai US$14,5 miliar yang akan disalurkan ke segmen industri kecil dan menengah dengan beberapa lembaga keuangan asing.

Hal ini dinilai sebagai tanda sistem perbankan India tidak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan pinjaman segmen IKM.

Beberapa pihak asing yang sedang diajak dalam pembahasan tersebut antara lain bank pembangunan milik pemerintah Jerman KfW Group, Bank Dunia, dan beberapa institusi Kanada.

Kantor cabang KfW India mengkonfirmasi pembahasan tersebut dan menyatakan fokus utamanya adalah pemberian pinjaman untuk mendukung bisnis generasi tenaga matahari berskala kecil. Pembahasan tersebut, lanjut perwakilan KfW, masih berada dalam tahap yang sangat awal.

Juru bicara Bank Dunia di India menyampaikan pembahasan dengan Pemerintah India berada pada tahap awal dan pertemuan selanjutnya bisa mempermudah skema kerja sama.

Seorang sumber menambahkan bahwa Pemerintah India berencana untuk mencari pendanaan hingga 1 triliun rupee dari lembaga keuangan asing karena perbankan India tidak memiliki permodalan yang cukup untuk memberikan kredit ke usaha kecil. Segmen usaha ini dinilai penting dalam penyediaan lapangan kerja.

"Kami berdiskusi dengan berbagai lembaga keuangan untuk mencari apakah ada yang bisa dilakukan untuk mendukung usaha kecil dan menengah," kata seorang pejabat India pada Sabtu (20/7/2019).

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah India menggodok rencana ini dengan Kementerian Keuangan. Rencana peminjaman dana dari lembaga keuangan asing mulai terlihat sejak Pemerintah India mengumumkan pada awal bulan ini untuk mengumpulkan dana sekitar 700 miliar rupee melalui penerbitan surat utang luar negeri.

Sementara itu, UKM di India yang berjumlah 63 juta unit berkontribusi lebih dari seperempat kapasitas industri pengolahan dan jasa negara tersebut. Segmen ini butuh didorong untuk mendukung program Perdana Menteri Narendra Modi dalam pembangunan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top