Masuk Musim Kemarau, Awas Karhutla...

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan seiring masuknya musim kemarau, potensi kebarakan lahan sangat mudah terjadi. Pemerintah, katanya, terus mengantisipasi agar jangan sampai kebakaran terjadi.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  06:05 WIB
Masuk Musim Kemarau, Awas Karhutla...
Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). Panasnya cuaca dan kencangnya angin membuat kebakaran cepat meluas sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut. - ANTARA / Rony Muharrman.

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diminta lebih mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan seiring masuknya musim kemarau.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan seiring masuknya musim kemarau, potensi kebarakan lahan sangat mudah terjadi. Pemerintah, katanya, terus mengantisipasi agar jangan sampai kebakaran terjadi.

" Pemerintah sudah siap katakanlah dgn 10 helikopter disebar, pesawat terbang untuk mengebom [air] dan [mendorong] rakyat inisiatif," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Menurutnya, sejak pola penanganan kebakaran hutan terus diperbaiki maka jumlah lahan yang terbakar juga telah berkurang. Ia mengharapkan kondisi ini dari waktu kewaktu semakin mendekati sempurna tidak ada lagi kebakaran lahan dan hutan.

"Itu [setelah penanganan intensif] jauh lebih baik daripada 2015. Pada 2015 itu puncak kebakaran hutan, itu sekarang turun," katanya.

Sebelumnya, Kemenko Polhukam meminta Satgas Karhutla yang sudah dibentuk masing-masing daerah, dapat melibatkan masyarakat setempat secara aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi risiko Karhutla.

Kementerian mencatat 11 daerah rawan Karhutla di Indonesia yaitu Aceh, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Babel, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kalsel, dan Papua. Sedangkan lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat yaitu Sumsel, Riau, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.

Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Irjen Pol Carlo Brix Tewu mengatakan perlu pelibatan masyarakat secara langsung dalam mencegah dan menangani karhutla.


"Karena 99 persen kebakaran karena faktor manusia, salah satu mengatasi hal itu dengan memberdayakan masyarakat supaya berhenti membuka lahan dengan membakar," katanya.

Dia menambahkan patroli terpadu dari tim satgas karhutla juga perlu ditingkatkan, sehingga dapat mencegah terjadinya karhutla di musim kemarau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, kebakaran hutan, Karhutla

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top