China Dorong Rakyatnya Kurangi Konsumsi Minyak, Gula, dan Garam

China memberikan seruan kepada rakyatnya untuk mengurangi konsumsi minyak nabati, gula dan garam sebagai bagian dari kampanye nasional untuk meminimalkan risiko kesehatan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  11:25 WIB
China Dorong Rakyatnya Kurangi Konsumsi Minyak, Gula, dan Garam
Diet Nordic - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- China memberikan seruan kepada rakyatnya untuk mengurangi konsumsi minyak nabati, gula dan garam sebagai bagian dari kampanye nasional untuk meminimalkan risiko kesehatan.

China adalah konsumen utama minyak kedelai dunia, yang diolah dari biji kedelai impor, di samping itu negara ini juga mengonsumsi jumlah gula terbesar setelah India.

"China menargetkan konsumsi harian minyak tidak lebih tinggi dari 25 gram-30 gram per orang dewasa pada 2030, turun dari asupan rata-rata 42,1 gram pada 2012," ujar Kepala Institut Nasional untuk Nutrisi dan Kesehatan, Ding Gangqiang, dalam rangka peluncuran kampanye China yang Sehat, seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (19/7/2019).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Komisi Kesehatan Nasional China Zhang Zhiqiang mengatakan bahwa kebiasaan diet yang tidak sehat, terutama dengan konsumsi garam, minyak nabati dan gula yang berlebih adalah faktor utama yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Dia menambahkan bahwa diet yang tidak sehat dapat menyebabkan obesitas, diabetes, stroke dan penyakit jantung di antara penyakit lainnya.

Makanan yang digoreng sangat populer di kalangan rakyat China, di mana menu ikan dan daging sapi yang dimasak dengan minyak cabai panas banyak disajikan di restoran.

Konsumsi minyak kedelai di negara itu telah meningkat lebih dari empat kali sejak pergantian abad, dan negara ini juga merupakan konsumen minyak sawit terbesar ketiga.

Sementara itu, China menargetkan asupan garam harian kurang dari 5 gram per orang pada 2030 dari rata-rata 10,5 gram pada 2012, dan konsumsi gula kurang dari 25 gram dari 30 gram.

Ding menyampaikan bahwa konsumsi minuman ringan manis sangat terkait dengan tingginya tingkat obesitas di kalangan anak muda.

"Ajakan ini akan didorong mulai dari restoran, sekolah, institusi dan di rumah-rumah, sementara perusahaan makanan akan diminta untuk menampilkan acuan batas konsumsi pada kemasan produk," kata Ding.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, diet

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top