MK Gelar Sidang Pengucapan Putusan untuk 224 Perkara Pileg, Senin

Kepala Bagian Humas dan Hubungan Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan MK akan menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan untuk 224 dari 260 perkara sengketa hasil Pileg 2019 pada Senin (22/7/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  13:23 WIB
 MK Gelar Sidang Pengucapan Putusan untuk 224 Perkara Pileg, Senin
Ilustrasi-Suasana sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA - Sengketa pileg yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi mencapai jumlah ratusan.

Kepala Bagian Humas dan Hubungan Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan MK akan menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan untuk 224 dari 260 perkara sengketa hasil Pileg 2019 pada Senin (22/7/2019).

"Senin (22/7) agenda sidang di MK adalah pengucapan putusan atau ketetapan untuk sejumlah perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2019," ujar Fajar di Gedung MK Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Hal itu tidak berarti bahwa seluruh pemeriksaan persidangan telah selesai. Persidangan masih akan tetap dilanjutkan untuk perkara PHPU yang belum diputus pada Senin (22/7).

"Untuk perkara lainnya, sidang masih akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atau keterangan ahli yang diajukan para pihak," jelas Fajar.

Sebelumnya MK menggelar sidang pendahuluan, dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan KPU, pihak terkait, dan Bawaslu untuk 260 perkara PHPU Legislatif 2019 pada Selasa (9/7) hingga Kamis (18/7).

Persidangan untuk perkara PHPU Legislatif ini terbagi dalam tiga ruang sidang panel. Masing-masing panel harus disidangkan oleh hakim konstitusi yang merupakan keterwakilan dari Mahkamah Agung, Pemerintah, dan DPR.

Namun untuk pembacaan putusan dan ketetapan, sidang akan dilakukan secara pleno atau dihadiri oleh sembilan orang hakim konstitusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
SENGKETA PEMILU, mahkamah konstitusi

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top