Kubu Airlangga Sebut Deklarasi Bamsoet Waktunya Belum Tepat

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Dave Fikarso laksono mengatakan bahwa partainya sangat terbuka untuk semua kader. Akan tetapi agenda musyawarah nasional untuk mengganti ketua umum belum ditentukan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  19:15 WIB
Kubu Airlangga Sebut Deklarasi Bamsoet Waktunya Belum Tepat
Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo telah secara resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Tidak ada yang boleh melarang.

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Dave Fikarso laksono mengatakan bahwa partainya sangat terbuka untuk semua kader. Akan tetapi agenda musyawarah nasional untuk mengganti ketua umum belum ditentukan.

“Proses pleno saja belum. Lalu baru buat rapimnas [rapat pimpinan nasional] untuk menentukan jadwal [munas]. Jadi proses masih cukup panjang,” katanya melalui pesan instan, Kamis (18/7/2019).

Dave menjelaskan bahwa meski belum ada jadwal, apa yang dilakukan Bamsoet tidak bisa dikatakan terburu-buru. “Tapi menurut saya waktunya belum tepat. Mungkin ada pertimbangan yang berbeda dari mereka,” jelasnya.

Bambang sebagai calon ketua Golkar memiliki target yang harus dikejar. Berdasarkan pengamatannya, pemilihan umum lalu suara Golkar dari milenial kurang dari 5 persen. Ini karena Partai Beringin dianggap tidak sesuai untuk anak muda.

Padahal, suara mereka mencapai 40 juta. 5 tahun mendatang pada pemilu selanjutnya, jumlah tersebut naik dua kali lipat. Tentu itu ceruk yang sangat besar.

Jika jadi ketua nanti, dia akan mengubah citra partai agar ramah milenial. Sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) harus membuat kegiatan untuk menggaet mereka.

“Sebab kalau tidak dirangkul mereka bisa lari ke partai baru yang banyak menjanjikan masa depan mereka. Kalau kita mengacu dan tetap pada gaya lama, maka hanya soal waktu saja. Tentu kita tidak mau itu terjadi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top