Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR: Untuk Pemilu Mendatang Gunakan Satu Sumber Data Saja

Menurutnya, data dari Dukcapil itulah yang seharunya dijadikan sumber rujukan utama untuk pemilu yang akan datang. Alasannya, perekaman e-KTP sudah hampir 95 persen.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  13:55 WIB
Mardani Ali Sera - PKS-Jabar.org
Mardani Ali Sera - PKS-Jabar.org

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan bahwa untuk menyederhanakan proses pemilu sebaiknya diguanakn hanya satu sumber data saja, yakni dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Menurutnya, data dari Dukcapil itulah yang seharunya  dijadikan sumber rujukan utama untuk pemilu yang akan datang. Alasannya, perekaman e-KTP sudah hampir 95 persen.

“Jadi gunakan data yang mahal ini untuk semua kegiatan khususnya Pemilu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/7).

Saat ini ada dua sumber data untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), menurut politisi Fraksi PKS itu. Dua sumber tersebut menimbulkan kendala dalam masalah agregasi sehingga sebaiknya pemilu yang akan datang lebih baik fokus pada satu sumber data saja.

“Segera saja DPT ini diselesaikan termasuk yang bersumber dari hasil coklit (pencocokan dan penelitian) KPU,” katanya.

Dia mengakui tidak mudah mengagregasi dua sumber data tersebut sehingga dari masukan yang berkembang segera tetapkan salah satu sumber data saja.

Pada pemilu lalu, proses pemutakhiran data pemilih terus mengalami perbaikan. Bahkan DPT mengalami perbaikan sebanyak tiga kali.

“Penetapan DPT Hasil Perbaikan III (DPTHP III) baru dilakukan pada tanggal 8 April 2019 atau 9 hari menjelang pemungutan suara. Ini masalahnya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu Pilpres 2019 ditjen dukcapil
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top