Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dianggap gagal, Senior Partai Demokrat Desak SBY Diganti

Para pendiri dan deklarator Partai Demokrat menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah gagal sebagai ketua umum, sehingga mendorong DPP menggelar kongres atau kongres luar biasa selambat-lambatnya September 2019.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  20:34 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Para pendiri dan deklarator Partai Demokrat menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah gagal sebagai ketua umum, sehingga mendorong DPP menggelar kongres atau kongres luar biasa selambat-lambatnya September 2019.

Hal ini disampaikan Hengky Luntungan, pendiri dan anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Hengky menjelaskan beberapa alasan pihaknya mendorong percepatan kongres atau kongres luar biasa, serta mengungkap 'dosa-dosa' SBY terhadap Partai Demokrat.

"Hasil kerja SBY pade periode pertama gagal dari [perolehan suara] 20,40 persen menjadl 10,19 persen, atau suara hilang 50,05 persen. Pada periode kedua gagal lagi, menjadi 7,77 persen atau suara hilang 61,91 persen," ungkapnya.

Henry pun menyebutkan beberapa pelanggaran SBY terhadap AD-ART partai sejak menjabat ketum di periode pertama.

Di antaranya, membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres, membuat Konvensi Presiden untuk Pemilu 2014 tetapi tidak dijalankan, dan memutuskan posisi Partai Demokrat menjadi Partai Netral, sehingga para Caleg mendapatkan serangan dari Rakyat.

Sementara di periode kedua, Henry mengkritik pembuatan KOGASMA untuk alat pemenangan Pilpres dan Pileg yang ternyata gagal, dan manuver SBY yang gagal mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres, serta tampak hanya memikirkan kepentingan keluarga agar AHY bisa jadi ketum secara aklamasi atau Menteri Jokowi.

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Sahat Saragih, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat lainnya mrnjelaskan bahwa pihaknya memberikan kesempatan bagi AHY untuk maju sebagai ketua umum di samping wacana calon dari eksternal partai.

"Di sini itu ada juga para jenderal di Partai Demokrat, para senior juga. Tokoh muda kita ada AHY. Kepentingan para deklarator itu siapapun sebagai pemenang kongres yang dipercepat akan didukung oleh kita," ujar Sahat.

"Tapi bagi pendiri dan deklarator Partai Demokrat, tentu lebih ingin internal Demokrat. Tapi kalau internal ini belum mampu, tentu Demokrat akan melihat sosok di luar sana yang berjiwa Partai Demokrat itu bisa," tambahnya.

Sahat mengklaim bahwa Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat telah berkonsultasi dan sepakat dengan para senior Partai Demokrat seperti Vence Rumangkang, Subur Budhisantoso, Umar Said, Max Rompas, Achmad Mubarok, Ricky Sofyan, Max Sopacua, Wayan Sugiana, Achmad Thorix.

Menurutnya, sudah saatnya SBY pensiun sebagai ketum. Tetapi sebagai gantinya, Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mengusulkan untuk menempatkan SBY sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pembina Partai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby partai demokrat
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top