Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Digugat Prabowo-Sandi, Situng KPU justru Diminati Negara Lain

Pada perselisihan hasil pemilihan umum presiden lalu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat salah satunya soal sisten penghitungan atau situng Komisi Pemilihan Umum. Ternyata, beberapa negara lain tertarik dengan sistem itu.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  17:02 WIB
Saksi ahli dari pihak termohon Marsudi Wahyu Kisworo menunjukan data situng KPU saat memberikan keterangan pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019).  - Antara
Saksi ahli dari pihak termohon Marsudi Wahyu Kisworo menunjukan data situng KPU saat memberikan keterangan pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pada perselisihan hasil pemilihan umum presiden lalu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat salah satunya soal sisten penghitungan atau situng Komisi Pemilihan Umum. Ternyata, beberapa negara lain tertarik dengan sistem itu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan bahwa dia beberapa kali diundang oleh negara lain terkait keberhasilannya menyelenggarakan pemilu. Ada pula yang datang langsung ke kantornya.

“Ada Afghanistan, Fiji, dan Meksiko. Paling banyak yang ingin ditiru adalah situng kita,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (2/6/2019).

Arief menjelaskan bahwa negara lain kagum dengan situng karena bisa menampilkan secara langsung hasil penghitungan dari setiap tempat pemungutan suara. 

Diakuinya negara lain memiliki teknologi yang bagus dalam penghitungan suara. Akan tetapi hanya langsung pemenangnya dan berada di satu wilayah mana. Tidak seperti KPU yang rinci. 

Meski digugat Prabowo-Sandi, itu bukan berarti Situng tidak baik. Gugatan bagi Arief selalu terjadi.

“Masalah atau tidak kan bukan berarti situng tidak diperhitungkan. Kalau situng ada yang salah, lemahnya ya harus diperbaiki, bukan didiamkan,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu Hasil Rekapitulasi KPU
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top