Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China: Jalan Masih Panjang Untuk Mengakhiri Perang Dagang Dengan AS

China Daily, harian resmi berbahasa Inggris yang sering digunakan oleh Beijing untuk menyampaikan pesannya ke seluruh dunia, memperingatkan bawa meski ada peluang lebih besar untuk mencapai kesepakatan, namun tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  13:35 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump (kiri) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA – China dan Amerika Serikat akan menghadapi jalan panjang sebelum dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang menyakitkan karena akan banyak pertikaian.

Hal itu disampaikan oleh media pemerintah China setelah presiden kedua negara mengadakan pembicaraan untuk memecahkan kebekuan di KTT G-20 di Jepang. Kedua negara terlibat perang tarif yang semakin parah sehingga sama-sama merusak impor satu sama lain.

Hanya saja sebagai tanda kemajuan yang signifikan dalam hubungan antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump, keduanya menyetujui ‘gencatan senjata’ dan kembali ke pembicaraan.

China Daily, harian resmi berbahasa Inggris yang sering digunakan oleh Beijing untuk menyampaikan pesannya ke seluruh dunia, memperingatkan bawa meski ada peluang lebih besar untuk mencapai kesepakatan, namun tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai.

“Meskipun Washington sepakat untuk menunda pengenaan tarif tambahan pada barang impor China untuk membuka jalan negosiasi, dan Trump bahkan mengisyaratkan menunda keputusan soal Huawei sampai akhir negosiasi, namun masih banyak hal yang belum bisa disepakati,” tulis media itu dalam sebuah editorial Sabtu malam.

“Kesepakatan yang sudah mencapai 90% masih bermasalah karena yang 10% lagi menyangkut perbedaan mendasar yang tidak mudah untuk mencapai konsensus 100% karena menyangkut soal konseptual,” tulis media itu seperti dikutip Reuters, Minggu (30/6)

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Diplomat China yang juga Anggota Dewan Negara, Wang Yi, dalam sebuah pernyataan panjang tentang G20 yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri setelah kembalinya delegasi ke Beijing, mengatakan pertemuan Xi-Trump telah mengirim ‘sinyal positif’ kepada dunia.

Meskipun masalah antara kedua negara tetap ada, China yakin selama kedua pemimpin mengikuti konsensus mka mereka dapat menyelesaikan masalah atas dasar saling menghormati, ujar Wang dalam pernyataan yang dirilis Sabtu malam.

Sementara itu, China menyatakan tidak akan menyerah pada tekanan AS dan akan ‘berjuang sampai akhir’ dalam menghadapi perang dagang yang kian memanas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top