Turki Akan Pastikan Kasus Kematian Mursi Diadili di Mahkamah Internasional

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoga akan memastikan Pemerintah Mesir menghadapi pengadilan internasional atas kematian mantan Presiden Muhammad Mursi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:58 WIB
Turki Akan Pastikan Kasus Kematian Mursi Diadili di Mahkamah Internasional
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoga akan memastikan Pemerintah Mesir menghadapi pengadilan internasional atas kematian mantan Presiden Muhammad Mursi.

Erdogan kemarin mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan apa pun yang diperlukan agar Mesir diadili di pengadilan internasional. Pemimpin Turki itu dikenal dekat dengan Muhammad Mursi yang didukung oleh partai Ikhwanul Muslimin.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penyelidikan independen terhadap kematian mantan presiden Mesir tersebut. Pria berusia 67 tahun itu meninggal dunia setelah pingsan saat tampil di pengadilan di Ibu kota Mesir, Kairo, Senin (17/6/2019).

Mursi adalah Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, tetapi ditahan sebelum dilengserkan oleh militer Mesir pada tahun 2013.

Keluarganya telah lama menyuarakan keprihatinan atas kondisi perawatannya selama di penjara dan mengatakan bahwa pihak berwenang menolak permintaan mereka untuk memakamkannya di kota asalnya. Sebaliknya, jenazah Mursi disemayamkan di wilayah timur Kairo sejak Selasa pagi dalam pengamanan yang ketat.

Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyatakan pemerintah Mesir memiliki kewajiban untuk memperlakukan tahanannya secara manusiawi. PBB pun menyerukan penyelidikan terkait penyebab kematian Mursi.

"Ada kekhawatiran tentang kondisi penahanan Mursi, termasuk akses kepada perawatan medis yang memadai, serta akses yang memadai ke pihak pengacara dan keluarganya, selama hampir enam tahun dalam tahanan. Dia juga ditahan dalam kurungan isolasi seja lama," kata Colville seperti dikutip BBC.com, Kamis (20/6/2019).

"Kami jelas meyakini bahwa harus ada penyelidikan independen serta menyeluruh atas keadaan kematian Mursi, termasuk kondisi penahanannya," tambahnya.

Mursi meninggal dunia saat muncul di pengadilan dalan perkara tuduhan mata-mata. Dia divonis hukuman puluhan tahun mendekam di penjara setelah dinyatakan bersalah dalam beberapa persidangan terpisah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb, turki, mesir

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup