Saksi Pertama Tak Bisa Buktikan DPT Invalid, Kuasa Hukum : Ini Belum Selesai

Mahkamah Konstitusi telah mendengarkan keterangan dari satu saksi yang diajukan Kuasa Hukum Prabowo-Sandi. Masih ada 14 saksi dan 2 ahli tersisa.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  14:06 WIB
Saksi Pertama Tak Bisa Buktikan DPT Invalid, Kuasa Hukum : Ini Belum Selesai
Jubir Tim Teknologi Informasi BPN Prabowo-Sandi, Agus Muhammad Maksum seusai memberi kesaksian di Gedug Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6/2019)./JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Mahkamah Konstitusi telah mendengarkan keterangan dari satu saksi yang diajukan Kuasa Hukum Prabowo-Sandi. Masih ada 14 saksi dan 2 ahli tersisa.

Saksi pertama adalah Agus Maksum. Dia diminta keterangan untuk daftar pemilih tetap bermasalah. Agus diketahui juga Tim Teknologi Informasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Saat memberikan keterangan, Agus menjadi saksi terkait 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang menurutnya bermasalah. Berdasarkan hasil pencermatannya bersama tim, semua invalid.

Data tersebut tidak sesuai karena mereka menemukan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) palsu. Lalu diperkuat dengan melakukan pengecekan di lapangan melalui pengambilan sampel.

Di situ, nama pemilih yang tertera di DPT tidak ada di lokasi. Akan tetapi saksi tidak bisa membuktikan DPT invalid ini digunakan untuk ikut dalam mencoblos suara pemilihan presiden.

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mengatakan bahwa mengakui Agus tidak bisa memastikan DPT invalid digunakam untuk memilih.

“Tapi data itu sangat mungkin pada saat pencoblosan, itu orangnya tidak ada tapi data itu digunakan untuk dicoblos-coblos,” katanya saat Nasrullah menjelaskkan bahwa keterangan Agus ini berkaitan dengan saksi lain. Setelah mendengar semuanya, dia mengklaim terbongkar jelas kecurangan 17,5 juta DPT bermasalah.

“Nanti anda cermati saja. Keterangan ini beruntun. Agus baru bilang DPT bermasalah 17,5 juta. Tapi ini belum selesai. Nanti ada saksi dan ahli yang akan analisa,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sidang MK

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup