China : Jangan Buka Kotak Pandora di Timur Tengah

Seorang diplomat senior China memperingatkan dunia agar tidak membuka "Kotak Pandora" di Timur Tengah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  15:59 WIB
China : Jangan Buka Kotak Pandora di Timur Tengah
Menteri Luar Negeri China Wang Yi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang diplomat senior China memperingatkan dunia agar tidak membuka ‘Kotak Pandora’ di Timur Tengah.  

Penasihat Pemerintah merangkap Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan semua pihak untuk meredakan ketegangan dan menghindari bentrokan.

“Kami menyerukan semua pihak untuk tetap rasional dan menahan diri, tidak mengambil tindakan eskalasi yang mengganggu ketegangan regional, dan tidak membuka kotak Pandora,” ujar Wang Yi kepada awak media di Beijing, seperti dikutip dari Reuters.

Kekhawatiran akan konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah meningkat sejak pemerintah AS menuding Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019).

Pemerintah AS menyalahkan Iran atas serangan itu. Konfrontasi ini memanas lebih dari setahun setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015.

Sementara itu, Iran telah membantah keras keterlibatan dalam serangan kapal tanker itu dan mengatakan pada Senin (17/6) bahwa pihaknya akan segera melanggar batasan mengenai seberapa banyak uranium yang dapat ditimbunnya di bawah kesepakatan itu.

Pada Senin pula pemerintah AS mengumumkan akan mengirim sekitar 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan rencana pengerahan pasukan tersebut merupakan tujuan defensif karena kekhawatiran tentang ancaman dari Iran.

Wang memperingatkan agar AS tidak menggunakan "tekanan ekstrem" untuk menyelesaikan permasalahan dengan Iran. Menurut Wang, pihak AS khususnya harus mengubah metode tekanan ekstrem yang dilancarkannya.

“Setiap perilaku unilateral tidak memiliki dasar dalam hukum internasional. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, hal itu juga akan menciptakan krisis yang lebih besar,” paparnya.

“Tentu saja China sangat prihatin tentang situasi tersebut di Teluk dan dengan Iran,” ujarnya.

Menurut Wang, kesepakatan nuklir Iran adalah satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan masalah nuklirnya.

“Kami memahami bahwa pihak-pihak terkait mungkin memiliki keprihatinan yang berbeda tetapi pertama-tama kesepakatan nuklir komprehensif harus dilaksanakan dengan benar. Kami berharap Iran berhati-hati dengan pengambilan keputusannya dan tidak mengabaikan perjanjian ini,” tambah Wang mengingatkan.

“Pada saat yang sama, China berharap pihak-pihak lain menghormati hak dan kepentingan sah Iran,” pungkasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, iran, timur tengah

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top