CEO Huawei: Dampak Larangan AS Lebih Berat Dari Perkiraan

Dampak dari larangan yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Huawei Technologies diakui lebih berat dari yang diperkirakan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  16:44 WIB
CEO Huawei: Dampak Larangan AS Lebih Berat Dari Perkiraan
Ilustrasi Huawei. (Istimewa - Mashable)

Bisnis.com, JAKARTA – Dampak dari larangan yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Huawei Technologies diakui lebih berat dari yang diperkirakan.

Hal tersebut diakui sendiri oleh pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei. Ia juga memperingatkan bahwa pendapatan raksasa teknologi asal China tersebut akan turun menjadi sekitar US$100 miliar tahun ini dan selanjutnya.

Ini adalah pertama kalinya Huawei mengkuantifikasi dampak tindakan AS terhadap perusahaan itu. Padahal, sejumlah eksekutif perusahaan sebelumnya melayangkan komentar yang terkesan menantang.

“Huawei tidak menyangka tekad AS untuk ‘memecahkan’ perusahaan ini akan begitu kuat dan menjalar,” ujar Ren di kantor pusat Huawei di Shenzhen pada Senin (17/6/2019), seperti dikutip dari Reuters.

Pemerintah AS, seperti diketahui, telah memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam karena alasan keamanan nasional. Langkah ini secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS berbisnis dengan Huawei.

Larangan tersebut memaksa sejumlah perusahaan, termasuk Google, untuk membatasi atau menghentikan hubungan bisnis mereka dengan Huawei.

“Pengiriman smartphone internasional Huawei akan turun 40 persen,” lanjut Ren tanpa menentukan periode penurunan tersebut.

Pada Minggu (16/6), Bloomberg telah mengabarkan bahwa Huawei tengah bersiap menghadapi penurunan penjualan antara 40 persen hingga 60 persen untuk segmen telepon pintar di pasar internasional.

Huawei melaporkan pendapatan sebesar 721,2 miliar yuan (US$104,16 miliar) tahun lalu. Kemudian beberapa bulan lalu, perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan menjadi US$125 miliar tahun ini.

“Kami tidak mengira mereka akan menyerang kami dalam banyak aspek,” ungkap Ren. Namun ia mengutarakan harapannya atas kebangkitan dalam bisnis pada tahun 2021.

“Kami tidak dapat memperoleh pasokan komponen, tidak dapat berpartisipasi dalam banyak organisasi internasional, tidak dapat bekerja sama dengan banyak universitas, tidak dapat menggunakan apa pun dengan komponen AS, dan bahkan tidak dapat membuat koneksi dengan jaringan yang menggunakan komponen tersebut.”

Bagaimanapun, tegasnya, Huawei tidak akan memangkas pengeluaran untuk kepentingan riset dan pengembangan ataupun melakukan PHK besar-besaran, terlepas dari perkiraan dampak yang akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top