Perang Dagang AS vs China: Wal-Mart dan Ratusan Perusahaan Memohon pada Trump

Wal-Mart, Macy's, berikut ratusan perusahaan dan asosiasi lainnya di Amerika Serikat (AS) memohon kepada Presiden Donald Trump untuk tidak mengenakan tarif lebih lanjut terhadap barang-barang asal China.
Perang Dagang AS vs China: Wal-Mart dan Ratusan Perusahaan Memohon pada Trump Renat Sofie Andriani | 14 Juni 2019 08:37 WIB
Perang Dagang AS vs China: Wal-Mart dan Ratusan Perusahaan Memohon pada Trump
Walmart - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Wal-Mart, Macy's, berikut ratusan perusahaan dan asosiasi lainnya di Amerika Serikat (AS) memohon kepada Presiden Donald Trump untuk tidak mengenakan tarif lebih lanjut terhadap barang-barang asal China.

Mereka juga meminta pemerintah AS untuk kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan perdagangan dengan pihak Presiden Xi Jinping.

Pada Kamis (13/6/2019) waktu setempat, lebih dari 500 perusahaan dan 140 kelompok yang mewakili produsen, peritel, perusahaan migas, dan industri lainnya menandatangani surat yang ditujukan kepada Trump.

Surat itu mengatasnamakan “Tariffs Hurt the Heartland”, sebuah kelompok asosiasi perdagangan yang menentang perang dagang Trump.

“Kami tetap prihatin dengan eskalasi perang tarif. Kami mengetahui langsung bahwa tarif tambahan akan berdampak signifikan, negatif, dan jangka panjang pada bisnis, petani, keluarga, dan ekonomi AS,” papar mereka dalam surat itu, seperti dilansir dari Bloomberg.

Seperti diketahui, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif terhadap produk-produk China senilai US$250 miliar pada tahun 2018.

Kemudian, setelah perundingan tentang kesepakatan perdagangan dengan China berakhir buntu pada Mei, Trump memerintahkan kenaikan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada barang-barang China senilai US$200 miliar.

Belum puas dengan langkah itu, Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada impor China senilai sekitar US$300 miliar, termasuk barang-barang konsumen mulai dari pakaian, mainan, hingga telepon seluler.

Trump mengancam akan menaikkan tarif jika Presiden Xi Jinping tidak bertemu dengannya di sela-sela KTT G20 pada 28-29 Juni di Osaka, Jepang. Sementara itu, pihak China hingga kini masih belum mengonfirmasikan perihal pertemuan tersebut.

Sebuah laporan pada Februari menunjukkan tarif yang diberlakukan AS dan retaliasi oleh China akan mengakibatkan hilangnya lebih dari 2 juta pekerjaan di AS. Kondisi ini sekaligus meningkatkan biaya untuk rata-rata keluarga di Amerika sebanyak hampir US$2.300 dan memangkas PDB (produk domestik bruto) AS.

Dalam surat itu, perusahaan dan kelompok tersebut juga menyatakan dukungan mereka atas upaya Trump untuk meminta pertanggungjawaban mitra-mitra dagang AS. Namun mereka mengingatkan bahwa kedua belah pihak akan mengalami kerugian jika perang dagang bereskalasi.

“Kami mengandalkan Anda [Trump] untuk mendesak sebuah resolusi positif yang menghilangkan tarif saat ini, mendorong daya saing Amerika, menumbuhkan ekonomi kami, serta melindungi para pekerja dan pelanggan kami,” tulis mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top