2 Teroris ISIS Diciduk Terkait Kasus Bom Kartasura

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap 2 terduga teroris berinisial AA dan S yang diduga terlibat dalam bom bunuh diri di Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.
Sholahuddin Al Ayyubi | 10 Juni 2019 17:03 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (tengah) pada Senin 10 Juni 2019 menunjukkan dua terduga teroris ISIS berinisial AA dan S, terkait kasus bom bunuh diri pos pengamanan polisi di Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Bisnis.com, JAKARTA—Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap 2 terduga teroris berinisial AA dan S yang diduga terlibat dalam bom bunuh diri di Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan keduanya terlibat aktif di dalam pembuatan bom bunuh diri yang dilakukan oleh Rofik Asharuddin (RA) di Pos Pengamanan daerah Tugu Kartasura, Kabupatenh Sukoharjo Jawa Tengah.

Menurutnya, keterlibatan kedua tersangka tersebut diketahui setelah tim penyidik Densus 88 Antiteror memintai keterangan tersangka Rofik Asharuddin di RS Mawardi Solo yang kondisinya mulai sehat setelah aksi bom bunuh diri beberapa waktu lalu.

"Jadi secara keseluruhan, kasus bom bunuh diri ini bisa terjadi karena adanya dua pelaku tersebut. Mereka membantu membuat bom dan rencana bom bunuh diri itu," tuturnya, Senin (10/6/2019).

Menurut Asep, tersangka berinisial AA alias Umar dan S itu masuk ke dalam jaringan teroris ISIS dan berbaiat langsung ke Pemimpin ISIS di Suriah Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial. Asep juga menjelaskan bahwa ketiga pelaku berinsial AA, S dan Rofik Asharuddin seringkali berkomunikasi melalui media sosial dengan Abu Bakar Al Baghdadi.

"Cara berbaiat ini dipelajari para pelaku dari amir atau pemimpinnya dan diperkuat dengan banyak buku panduan mengenai jihad dan dasar-dasar hukum jihad," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris, densus 88, ISIS

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top