Evaluasi Mudik 2019: Harus Ada Manajemen Rest Area di Luar Jalan Tol

Semakin baiknya penyelenggaraan musim mudik Lebaran 2019, bukan berarti tak memiliki kekurangan. Salah satunya, lembaga berwenang masih belum memikirkan manajemen tempat istirahat (rest area) bagi para pemudik di jalan tol yang ideal.
Evaluasi Mudik 2019: Harus Ada Manajemen Rest Area di Luar Jalan Tol Aziz Rahardyan | 10 Juni 2019 15:45 WIB
Evaluasi Mudik 2019: Harus Ada Manajemen Rest Area di Luar Jalan Tol
Kendaraan arus balik Lebaran merayap diruas tol Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (8/5). Kemacetan tersebut akibat meningkatnya volume kendaraan serta pertemuan arus kendaraan dengan ruas tol Cikampek di kilometer 66. Untuk mengurai kemacetan pihak kepolisian memberlakukan satu arah (oneway)./JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Semakin baiknya penyelenggaraan musim mudik Lebaran 2019, bukan berarti tak memiliki kekurangan. Salah satunya, lembaga berwenang masih belum memikirkan manajemen tempat istirahat (rest area) bagi para pemudik di jalan tol yang ideal.

Hal ini diungkap Peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) sekaligus Pengamat Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno kepada Bisnis, Senin (10/6/2019).

Benar saja, kemacetan di jalur tol Trans Jawa pada Musim Libur Lebaran 2019, lebih didominasi akibat perilaku para pemudik yang berhenti sembarangan di bahu jalan sekitar rest area. Bahkan, deretan kendaraan bakal semakin jauh ketika rest area tutup karena penuh.

"Keberadaan TIP [tempat istirahat dan pelayanan] pada jalan tol di saat mudik tidak menenuhi atau menampung kebutuhan semua pemudik yang mau beristirahat atau keperluan lain. Dampak dari hampir semua pemudik mau masuk TIP menimbulkan antrian panjang dan kemacetan di ruas tol," ungkap Djoko.

"Tapi tidak bijak juga memaksa BUJT [Badan Pengatur Jalan Tol] untuk menambah rest area baru yang hanya digunakan selama dua minggu. Investasinya cukup mahal," tambahnya.

Oleh sebab itu, Djoko berharap musim mudik lebaran berikutnya, ada imbauan dari pihak berwenang agar pemudik istirahat di luar tol. Pemudik yang berhenti di bahu jalan, harus ditindak tegas, sebab regulasi tidak memperbolehkan.

Selain itu, dari sisi pemudik, Djoko berharap ke depan semakin mengerti batas kemampuan badan dan selalu mengedukasi diri dengan info-info sepanjang perjalanan.

Contohnya, ketika ada penutupan 4 rest area di tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (8/6/2019), pemudik sudah siap dengan kondisi badan, kendaraan, bensin, dan saldo pembayaran tol nontunai miliknya.

"Beristirahat keluar tol lebih bijak ketimbang berantri masuk ke TIP yang belum jelas kapan kosongnya," ujar Djoko.

"Di jalan nontol juga tersedia banyak kuliner dan tempat istirahat yang memadai. Sekalian juga ikut membangun ekonomi masyarakat di sepanjang jalan nontol," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran, rest area

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top