Jurnalis Moskow Mengaku Dijebak Pemerintah Rusia

Ivan Golunov, wartawan berusia 36 tahun, ditangkap di pusat kota Moskow pada Kamis (6/6/2019) dalam perjalanan untuk bertemu dengan narasumber.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Juni 2019  |  18:32 WIB
Jurnalis Moskow Mengaku Dijebak Pemerintah Rusia
Seorang teknisi berjalan melintasi peluncur rudal Rusia Iskander-M sebelum latihan untuk parade Hari Kemenangan dengan latar Pusat Bisnis Moskow, yang juga dikenal sebagai Kota Moskow, 5 Mei 2016 - Reuters

Bisnis.com, MANADO — Jurnalis investigasi di Rusia yang berfokus mengungkap praktik korupsi pejabat Moskow ditangkap polisi dengan tuduhan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Sang jurnalis mengaku dijebak.

Ivan Golunov, wartawan berusia 36 tahun, ditangkap di pusat kota Moskow pada Kamis (6/6/2019) dalam perjalanan untuk bertemu dengan narasumber. Polisi mendapati Golunov membawa obat-obatan terlarang di dalam tasnya.

Dikutip dari Reuters, Kepolisian Moskow mengatakan bahwa penggeledahan juga telah dilakukan di apartemen Golunov dan menghasilkan lebih banyak barang bukti. Apabila terbukti bersalah, dia berpotensi mendekam di penjara selama 10 hingga 20 tahun.

Kuasa Hukum Golunov, Dmitry Djulai meyakini bahwa kepolisian secara sengaja menaruh obat-obatan terlarang dalam tas Golunov. Dia juga mengatakan bahwa kliennya sempat mendapat kekerasan dari polisi yang memaksanya untuk menyentuh barang bukti.

Golunov merupakan jurnalis ternama yang dikenal berkat karya investigasi di Ibu Kota Rusia tersebut. Wali Kota Moskow Mayor Sergei Sobyanin memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Redaksi media daring Meduza yang berbasis di Latvia mengatakan bahwa Golunov menerima ancaman pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir. Ancaman itu, diyakini, berhubungan erat dengan karya jurnalistik yang tengah dikerjakannya.

“Kami yakin bahwa Ivan Golunov tidak bersalah. Kami juga juga meyaniki bahwa alasan Golunov mendapatkan persekusi saat ini adalah kegiatan jurnalistik yang dilakukannya,” tulis redaksi media tersebut dalam keterangan resminya.

Djulai menambahkan, dalam kasus ini polisi tidak mengizikan kliennya untuk melakukan rekam medis atau visum untuk membuktikan kekerasan yang dilakukan mereka.

Kepolisian Moskow menampik telah terjadi kekerasan dalam penangkapan Golunov. Kekerasan itu disebut sebagai tuduhan yang tidak berkaitan dengan kenyataan di lapangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia, jurnalis

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top