Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China 2019

International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China akibat meningkatnya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  20:15 WIB
Perang dagang AS-China - istimewa
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China akibat meningkatnya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Ekonomi China diperkirakan tumbuh 6,2% pada tahun ini dan 6% pada 2020. Sebelumnya, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Negeri Panda itu mampu melaju hingga 6,3% pada tahun ini.

"China dan mitranya harus bekerja sama untuk memperbaiki sistem perdagangannya. Masih belum diperlukan stimulus untuk mendukung ekonomi domestik negara ini," tulis laporan IMF, dikutip dari Bloomberg, Rabu (5/6/2019).

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat sinyal bahwa belum ada kemungkinan penaikan tarif impor dan proyeksi perlambatan pertumbuhan.

Ekonomi China tengah mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya tensi politik akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Presiden China Xi Jinping sebelumnya mengemukakan upaya pemerintah untuk melakukan stabilisasi ekonomi sudah membuahkan hasil terhadap perbaikan ekonomi.

Dalam laporannya, IMF menyebutkan tren perlambatan ekonomi China akan terus berlanjut hingga beberapa bulan mendatang. People Bank of China terus memberikan stimulus dan insentif fiskal juga dijalankan secara berkelanjutan.

China dinyatakan telah menunjukkan perbaikan atas upayanya dalam melakukan reformasi ekonomi, termasuk membuat negara ini menjadi lebih terbuka terhadap mekanisme pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top