Perang Dagang Membuat Saham Sektor Transportasi di AS Bertekuk Lutut

Saham-saham perusahaan transportasi yang menjadi barometer kesehatan perekonomian AS tertekan di Wall Street.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  14:05 WIB
Perang Dagang Membuat Saham Sektor Transportasi di AS Bertekuk Lutut
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Saham-saham perusahaan transportasi yang menjadi barometer kesehatan perekonomian AS tertekan di Wall Street.

Dow Jones Transportation Average anjlok 10,2 persen sepanjang Mei, turun jauh lebih dalam ketimbang Dow Jones Industrial Average maupun S&P 500. Bagi analis yang mencermati sektor transportasi, hal ini merupakan pertanda bahwa tekanan pasar semakin berat.

Sektor transportasi telah mendapat sentimen negatif sejak pekan lalu ketika Presiden AS Donald Trump berencana memberlakukan tarif untuk semua produk asal Meksiko. Ancaman tersebut diberikan supaya Pemerintah Meksiko menghentikan laju imigrasi ilegak yang terjadi di perbatasan sebelah selatan antara AS dan Meksiko.

Sebagai responsnya, indeks transportasi Dow langsung menyusut 1,9 persen pada penutupan perdagangan pekan lalu dan indeks S&P 500 turun 1,3 persen.

Saham milik operator kereta api Kansas City Southern yang memiliki porsi laba yang lebih banyak dari Meksiko tumbang 4,5 persen.

Adapun indeks Dow sektor transportasi memulai awal tahun ini dengan performa yang bagus bersamaan dengan saham sektor lain.

Tetapi, ketika S&P 500 mencapai levek tertingginya sepanjang sejarah pada April, Dow justru gagal mencapai rekor tertingginya sejak September 2018.

Sekarang, dengan saham-saham berguguran karena kekhawatiran perang dagang AS-China telah kembali, Dow Transport Average telah turun 16 persen di bawah level tertingginya pada 14 September 2019.

"Saya melihat performa sektor transportasi membuat segalanya sulit bagi pasar secara keseluruhan untuk mempertahankan gerak upward," kata Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services di Hammond, AS, dikutip dari Reuters, Minggu (2/6/2019).

Pelemahan sektor transoortasi menjadi perhatian khusus bagi investor di tengah-tengah berlanjutnya perang dagang AS-China ini. Dampak perang dagang yang bakal merusak pertumbuhan ekonomi global dikhawatirkan bisa terjadi tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top