Jika di Solo, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Batik di Pasar Klewer

Berwisata, mudik atau sekedar singgah di Solo tak boleh lewat tanpa mengunjungi Pasar Klewer, pusat grosir tekstil dan batik yang telah ada sejak 1942 dan menjadi ikon bagi kota berslogan The Spirit of Java ini. 
Jika di Solo, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Batik di Pasar Klewer Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 01 Juni 2019 20:35 WIB

Bisnis.com, SURAKARTA - Berwisata, mudik atau sekedar singgah di Solo tak boleh lewat tanpa mengunjungi Pasar Klewer, pusat grosir tekstil dan batik yang telah ada sejak 1942 dan menjadi ikon bagi kota berslogan The Spirit of Java  ini. 

Tak hanya sebagai tempat belanja, Pasar Klewer juga kerap kali dilirik sebagai tujuan wisata.  Posisinya yang tak jauh dari Keraton Surakarta Hadiningrat, tepatnya di Jalan Dr.  Radjiman,  mengukuhkan daya tarik Pasar Klewer.

Dahulu pasar ini dinamakan Klewer karena para pedagang menjajar barang dagangan mereka berupa pakaian dan batik sedemikian rupa hingga menjuntai, atau dalam bahasa jawa disebut kleweran. 

Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 Bisnis Indonesia singgah sejenak di pasar ini untuk menengok aktivitas ekonomi pusat grosir terbesar di Kota Budaya tersebut. Meski didominasi batik,  Anda juga dapat menjumpai aneka pakaian seperti pakaian dewasa,  anak-anak,  blouse  bahkan kaos untuk oleh-oleh. 

Jumati,  salah satu pemilik di Pasar Klewer mengatakan,  batik dengan motif baku seperti parang tetap tidak kehilangan penggemarnya.  Sementara motif-motif kombinasi juga terus bermunculan. 

Dia mengatakan,  masyarakat kebanyakan mencari motif batik yang digunakan Presiden Joko Widodo.  Karena Jokowi seringkali mengenakan batik dengan motif-motif bertema alam seperti burung dan tanaman,  maka batik dengan motif tersebut cukup laku di pasaran. 

"Kebanyakan [pembeli] nyari batik yang dipakai pak Jokowi,  motifnya alam, " katanya ditemui Bisnis di kiosnya,  Sabtu (1/6/2019).

Rentang harga yang ditawarkan para penjual juga masih terjangkau mulai dari Rp15.000 hingga Rp500.000. Seperti juga di pasar tradisional lain,  Anda dapat menawar harga yang diberikan penjual. 

Pasar ini pernah mengalami kebakaran hebat pada Desember 2014. Sekitar 3.000 pedagang terpaksa diungsikan. Setelah melalui rekonstruksi,  Pasar Klewer berubah rupa menjadi lebih modern.  Pada 21 April 2017 Presiden Jokowi meresmikan bangunan baru Pasar Klewer. 

Tak hanya pakaian jadi,  di lantai 2 pasar ini terdapat beberapa kios penjahit yang siap membantu Anda menyulap kain menjadi pakaian cantik sesuai dengan model yang dikehendaki.

Jika tak berminat untuk berbelanja pakaian,  Anda juga dapat berwisata kuliner di sekitar Pasar Klewer.  Kios-kios di area luar pasar menyajikan kuliner khas yang menggugah selera. Anda akan menemui makanan-makanan tradisional seperti aneka jajanan pasar, serabi, gethuk, nasi pecel, soto, nasi liwet, timlo, tengkleng, dan banyak macam kuliner lainnya.

Jadi tinggal pilih saja,  mau belanja batik atau wisata kuliner.  Monggo mampir...

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
solo, Pasar Klewer Kebakaran, Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top