Vladimir Putin dan Shinzo Abe Siap Bertemu Bahas Perbatasan Kedua Negara Bulan Depan

Rusia dan Jepang masih belum menyelesaikan sengketa soal perbatasan di Kepulauan Kuril.
Vladimir Putin dan Shinzo Abe Siap Bertemu Bahas Perbatasan Kedua Negara Bulan Depan Annisa Margrit | 31 Mei 2019 13:25 WIB
Vladimir Putin dan Shinzo Abe Siap Bertemu Bahas Perbatasan Kedua Negara Bulan Depan
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar konferensi pers bersama setelah melakukan pertemuan di Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (22/1/2019). - Alexei Druzhinin via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dijadwalkan bertemu pada akhir bulan depan. 
 
Pertemuan tersebut akan digelar pada 29 Juni, di sela-sela KTT G20 yang bakal diselenggarakan di Osaka, Jepang.
 
"Menjelang pertemuan Rusia-Jepang pada G20 di Osaka, kami melakukan beberapa kajian dalam perkembangan hubungan kedua negara," tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov, seperti dilansir Reuters, Jumat (31/5/2019).
 
Lavrov sedang berada di Jepang dan bertemu dengan Menlu Jepang Taro Kono. Pejabat senior dan pemimpin politik kedua negara sudah beberapa kali melakukan pembicaraan untuk membahas penyelesaian perselisihan perbatasan dan mencapai perjanjian damai.
 
Daerah yang paling menjadi sorotan adalah kepulauan yang terletak di bagian barat Pasifik, yang dikenal sebagai Teritori Utara (Northern Territories) oleh Negeri Sakura tapi disebut sebagai Kepulauan Kuril (Southern Kuriles) oleh Negeri Beruang Merah. Saat ini, wilayah itu dikuasai oleh Rusia.
 
Sengketa atas wilayah tersebut dapat ditarik hingga masa akhir Perang Dunia (PD) II, ketika pasukan Soviet mengambil alih kepulauan itu. Sejak saat itu, hubungan diplomatik kedua negara mendingin.
 
Lavrov juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan Jepang terkait lima aktivitas ekonomi gabungan di kepulauan tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, rusia

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top