Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahas Perjanjian Dagang, Wapres Pence Dijadwalkan Bertemu PM Trudeau

Kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ini sekaligus menjadi kunjungan resmi pejabat negara yang pertama dari pemerintahan Donald Trump ke negara tetangganya itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  23:24 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyampaikan kata sambutan saat menghadiri forum bisnis, di Jakarta, Jumat (21/4/2017). - Reuters/Beawiharta
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyampaikan kata sambutan saat menghadiri forum bisnis, di Jakarta, Jumat (21/4/2017). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden AS Mike Pence bertandang ke Kanada untuk membahas perjanjian dagang Amerika Utara dan perselisihan AS serta Kanada dengan China.
 
Kunjungan Pence ini sekaligus menjadi kunjungan resmi pejabat negara yang pertama dari pemerintahan Donald Trump ke negara tetangganya itu. Pence dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dijadwalkan bertemu pada Kamis (30/5) siang waktu setempat.
 
United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA), yang menggantikan North American Free Trade Agreement (NAFTA), masih belum diratifikasi oleh ketiga negara tersebut meski telah disepakati beberapa waktu lalu. Adapun kesepakatan antara AS dan Kanada akhirnya tercapai setelah tarik ulur kedua pihak.
 
Reuters melansir Kamis (30/5/2019), Pence sebelumnya sudah berkunjung ke beberapa negara bagian AS yang bergantung cukup besar terhadap perdagangan dengan Kanada dan Meksiko untuk mengetahui hal penting apa saja yang dapat menguntungkan AS. Seperti diketahui, AS sedang berupaya merestrukturisasi neraca dagangnya dan memangkas defisit perdagangan dengan sejumlah negara mitra.
 
Isu penting lain yang bakal dibicarakan antara Pence dengan Trudeau adalah penahanan Meng Wangzhou, CFO Huawei, di Kanada. Meng ditahan, berdasarkan permintaan AS, ketika sedang berada di salah satu bandara di Kanada.
 
Putri pendiri Huawei Ren Zhengfei itu dituding melanggar sanksi AS terhadap Iran. Huawei pun kini sudah dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh AS, sehingga perusahaan-perusahaan dari Negeri Paman Sam tak bisa menjalin kerja sama dengannya.
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat kanada

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top