Panda Albino Tertangkap Kamera di Cagar Alam China

Cagar alam di China telah menangkap sebuah gambar dari citra albino seekor panda dengan seluruh badan berwarna putih pertama di dunia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  12:05 WIB
Panda Albino Tertangkap Kamera di Cagar Alam China
Panda albino dengan tubuh serba putih tertangkap kamera inframerah di cagar alam Nasinoal Wolong, China - Sumber : The Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Cagar alam di China telah menangkap sebuah gambar dari citra albino seekor panda – dengan seluruh badan berwarna putih – pertama di dunia.

Keberadaan panda albino ini tertangkap oleh kamera inframerah yang dipasang di sekitaran cagar alam untuk memantau satwa liar di wilayah tersebuh. Keadaan tersebut merupakan sebuah kondisi yang sangat langka terjadi pada panda.

Para ilmuwan kemudian menentukan penampilan hewan tersebut dengan tubuh serba putih dan mata berwarna kemerahan, bahwa hal tersebut disebabkan oleh albinisme.

Albisnisme sendiri merupakan sebuah kondisi genetik yang langka di mana terjadi kekurangan total ata sebagian dari pigmen kulit melamin sehingga menyebabkan kulit menjadi berwarna putih atau pucat.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (29/5/2019) cagar alam nasional Wolong di Provinsi Sichuan dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa panda tersebut tampak kuat secara fisik dengan gaya berjalan yang mantap. Ini membuktikan bahwa albinismenya tidak berpengaruh pada fungsi normal hewan.

Para peneliti lokal mengatakan bahwa mereka percaya panda albino tersebut berusia antara satu atau dua tahun. Sementara jenis kelaminnya tidak bisa diketahui hanya dengan sebuah foto.

Ilmuwan dari Pusat Penelitian dan Konservasi China mengatakan foto tersebut menunjukkan bahwa gen albinisme resesif ada pada populasi panda lokal di Wolong.

Sementara itu, pihak berwenang juga menyampaikan bakal memasang lebih banyak kamera inframerah untuk melacak panda albino dan perkembangannya. Mereka berharap bisa melihat panda albino tersebut bisa memiliki keturunan dengan gen yang serupa.

“Jika kita dapat menangkap generasi berikutnya, nilai penelitian ini akan lebih besar lagu terhadap perkembangan hewan,” kata para peneliti.

Sebelumnya, kondisi lain juga terlihat terhadap panda yang ada di China dengan bulu yang berwarna cokelat, tepatnya di pegunungan Qingling provinsi Shaanxi. Kondisi itu dipercayai karena faktor mutasi gen dari panda tersebut.

Panda raksasa yang merupakan hewan asli China merupakan anggota spesies beruang yang langka. Saat ini hewan tersebut hanya terdapat kurang dari 2.000 ekor yang tersisa di alam liar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, panda

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top