Jabar Hibahkan Aset ke 3 Lembaga dan Kementerian

Hibah dilakukan dengan harapan dapat mendukung pembangunan di Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas | 26 Mei 2019 06:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) menyerahkan bukti hibah kepada tiga lembaga pemerintah di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2019). - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghibahkan aset berupa tanah dan kendaraan operasional kepada tiga lembaga dan kementerian. 
 
Penandatanganan dan penyerahan nota perjanjian hibah dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, didampingi Sekretaris Daerah Iwa Karniwa, di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (25/5/2019).
 
Aset yang diberikan yakni tanah seluas 10 hektare (ha) kepada Kementerian Pertanian (Kementan), tanah seluas 5 ha kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta kendaraan operasional berupa dua unit mobil kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar yang akan digunakan oleh Kepala dan Wakil Kepala Kejati Jabar.

Di lahan yang diserahkan kepada Kementan, sudah berdiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan yang terletak di Jalan Kayuambon, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
 
Sementara itu, di tanah yang dihibahkan untuk LAN, saat ini, sudah berdiri Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Puslatbang PKASN) di Jalan Kiarapayung, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Kementan juga menyerahkan hibah tanah seluas 96.203 meter persegi dan bangunan seluas 3.120 meter persegi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar di 13 lokasi. Umumnya ketiga belas lahan tersebut sudah digunakan untuk berbagai fasilitas pengembangan dan pelatihan di bidang pertanian.
 
Dalam sambutannya, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap hibah aset tersebut bisa mendukung proses dinamika pembangunan di Jabar. Baginya, serah terima hibah ini menjadi wujud pembangunan Jabar tidak hanya berupa infrastruktur, tapi juga keilmuan.
 
"Ini proses istimewa yang kita lalui. Kalau untuk LAN, dipergunakan untuk pelatihan dan pengembangan keilmuan yang sangat kita butuhkan. Sementara itu, untuk Kementan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top