Seekor Capung Merah dari Rilda Taneko untuk Korban Tsunami

Penulis Rilda A. Oe. Taneko meluncurkan kumpulan cerita pendek terbarunya “Seekor Capung Merah” yang keuntungan hasil penjualannya didonasikan ke korban tsunami Lampung.
M. Syahran W. Lubis | 15 Mei 2019 20:58 WIB
Kumpulan cerpen "Seekor Capung Merah" karya Rilda A. Oe. Taneko - Facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Penulis cerpen dan novel Rilda A. Oe. Taneko meluncurkan kumpulan cerita pendek terbarunya “Seekor Capung Merah” yang diterbitkan Aura Publishing di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Terdapat 25 cerpen yang disajikan Rilda di kumpulan cerpennya kali ini yang merupakan koleksi dari cerpen-cerpennya yang sempat dimuat di berbagai media di Indonesia sepanjang 2010 hingga 2018.

Yang menarik lagi, keuntungan hasil penjualan buku ini, sebagaimana diungkapkannya melalui akun Facebook-nya, akan disumbangkan untuk korban tsunami yang menghantam Lampung Selatan—dan juga Banten—pada 22 Desember tahun lalu.

Membaca cerpen-cerpen karya Rilda seperti membaca puisi panjang. Meski dengan bahasa yang tak perlu mendayu-dayu, tuturannya membawa pemikiran pembaca melayang jauh mengikuti apa yang menjadi bayangan penulisnya.

Dalam menghasilkan “Seekor Capung Merah”, Rilda sempat berdiskusi dengan sejumlah sastrawan Lampung seperti Udo Z. Karzi dan Damhuri Muhammad.

Ini bukan karya perdana Rilda, yang sayangnya, karena tidak berada di Indonesia, dia kurang maksimal memperkenalkan karya-karyanya meskipun secara kualitas sangat layak disebut sudah masuk di level nasional.

Sejak 2005, ketika menempuh pendidikan di ISS-Erasmus University, Rilda memang tinggal di Eropa. Setelah di Belanda tempatnya menimba ilmu, kini dia bermukim di Inggris, tepatnya Lancaster.

Karya Rilda sebelumnya ialah ”Kereta Pagi Menuju Den Haag” pada 2010 diterbitkan oleh Penerbit Pensil-234 Jakarta. Setelah itu, pada 2017, novelnya berjudul “Anomie” diterbitkan oleh Koekoesan Jakarta.

Rilda, putri dari pasangan Soleman B. Taneko yang berasal dari Tahuna, Sangihe, dan Meta Oelangan yang berasal dari Lampung, meraih penghargaan Krakatau Awad 2018 untuk karya cerpennya yang berjudul “Bukan Sebambangan”.

Selain itu, cerpen-cerpennya tersebar di berbagai media antara lain Lampung Post, Koran Tempo, Media Indonesia, Suara Merdeka, Jurnal Perempuan, Jurnal Sosiologi, Social Justice Magz, dan Radio Netherlands.

Tulisannya juga diterbitkan dalam antologi “Hilang Silsilah” (Dewan Kesenian Lampung/DKL), “Menerjang Batas, Mengejar Impian” (Ford Foundation), “30 Hari dalam Cinta-Nya” (Gradon Publisher Hong Kong dan Taiwan), “Negeri yang Terapung” (DKL).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penulis cerpen, sastra Indonesia

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup