Koalisi Gemuk Buat Kinerja DPR Buruk, Formappi: Oposisi Harus Kuat

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus berpendapat bahwa buruknya kinerja DPR RI 2014-2019 merupakan akibat kekuatan oposisi yang lemah dibandingkan koalisi pendukung pemerintah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  21:21 WIB
Koalisi Gemuk Buat Kinerja DPR Buruk, Formappi: Oposisi Harus Kuat
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus berpendapat bahwa buruknya kinerja DPR RI 2014-2019 merupakan akibat kekuatan oposisi yang lemah dibandingkan koalisi pendukung pemerintah.

"Jadi saya kira lemahnya oposisi juga membuat kemudian koalisi [pemerintah] tampak kehilangan tantangan. Itu yang membuat kinerja DPR tidak pernah beranjak lebih baik dari tahun ke tahun," ujar Lucius di kantor Formappi, Senin (13/5/2019).

Menurut Lucius, walaupun jumlahnya sedikit, oposisi yang kuat justru sanggup memberi kebijakan alternatif. Sehingga DPR tak cenderung melindungi pemerintah.

Apalagi, kini secara komposisi di parlemen, kemungkinan koalisi partai Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sudah menguasai sekitar 60 persen kursi. Bahkan empat dari lima pimpinan DPR berpotensi diduduki oleh parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Yaitu PDIP, Golkar, PKB, dan NasDem.

"Saya kira peran oposisi itu mestinya yang paling kita harapkan, gitu ya, kalaupun mereka sedikit dalam soal jumlah tapi mereka tidak pernah boleh kehilangan suara untuk mengkritik dan itu harus dilakukan secara konsisten," ujarnya.

"Jadi saya kira berhasil tidaknya DPR 2019-2024 sangat tergantung peran oposisi itu karena hampir pasti koalisi akan larut dengan kekuasaan. Karena dengan dominasi mereka di parlemen, mereka merasa tidak punya tantangan untuk bekerja lebih," tambah Lucius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top