Pemerintah Kirim 3 Kepala Desa Ikuti Forum Asean di China

Pemerintah Indonesia melalui Kemendes PDTT mengirimkan tiga kepala desa untuk mengikuti forum the 8th Asean Plus Three Village Leaders Exchange Programme.
Yodie Hardiyan | 05 Mei 2019 20:29 WIB
Ilustrasi ekonomi perdesaan, buruh memanen kentang di area perkebunan dengan latar belakang Gunung Sinabung di Desa Sukandebi, Karo, Sumatra Utara. - ANTARA/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengirimkan tiga kepala desa untuk mengikuti forum the 8th Asean Plus Three Village Leaders Exchange Programme yang digelar di Yunnan, China, 5 – 11 Mei 2019.

Ketiga perwakilan dari kepala desa tersebut yakni Hardi, Kades Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan; Sumaryono, Kades Margasakti, Bengkulu Utara, Bengkulu; dan Alimuddin, Kades Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Forum the 8th Asean Plus Three Village Leaders Exchange Programme ini bertujuan membangun kapasitas para pemimpin-pemimpin di desa-desa dengan berbagi pengetahuan tentang pembangunan ekonomi, pengembangan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia agar dapat lebih meningkatkan pengembangan masyarakat perdesaan di negara-negara Asean.

“Dengan digelarnya forum ini, saya berterima kasih kepada Pemerintah China yang memfasilitasi kegiatan yang melibatkan banyak pimpinan-pimpinan desa atau kepala desa di seluruh negara Asean,” kata Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dirilis oleh laman Sekretariat Kabinet.

Anwar menyakini bahwa forum yang diikuti oleh para peserta dari negara-negara Asean ini dapat membawa manfaat bagi para peserta. Dengan forum ini, para peserta dapat berbagi pengetahuan tentang pengalaman dan praktik terkait dengan vitalisasi perdesaan dan pengurangan kemiskinan serta perencanaan pengembangan masyarakat.

Apalagi, para pesertanya tidak hanya negara Asean, melainkan juga negara Asia lainnya seperti China, Korea Selatan, dan Jepang yang diharapkan dapat berbagi praktik dan pengalaman terbaiknya.

“Saya yakin dengan forum ini akan tercapai banyak sekali kesempatan untuk saling bertukar pikiran mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” kata Anwar.

Dari hasil forum ini, lanjutnya, akan diciptakan sebuah jejaring kerja antara pemerintah yang mengikuti pelatihan ini. “Semoga ke depan mereka saling tukar menukar ide dan gagasan serta inovasi pedesaan sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa bisa kita tingkatkan.”

Sementara itu, salah satu kepala desa yang mengikuti forum di Yunnan yakni Sumaryono, bangga dapat mewakili seluruh kepala desa di Indonesia dalam mengikuti forum the 8th Asean Plus Three Village Leaders Exchange Programme.

Dia berharap dengan mengikuti kegiatan ini, akan dapat berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa yang mengikuti forum tersebut.

“Alhamdulillah, saya senang dapat mewakili Indonesia untuk mengikuti program ini. Mudah-mudahan ini dapat berdampak baik bagi desa-desa di Indonesia khususnya desa kami yang nantinya dapat mengambil manfaat dari progam ini dan dapat kita lakukan di desa kami. Selain itu, dapat kita jadikan sebagai pemacu pembangunan di desa kami masing-masing,” kata Sumaryono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dana desa

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top