Ketua DPR Ajak Kubu 01 dan 02 Hentikan Kegaduhan Politik Jelang Ramadan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak masing-masing kubu kekuatan politik untuk menghentikan kegaduhan selama Ramadan. Bulan suci Ramadan diharapkan menjadi momentum pemulihan hubungan baik antarkomunitas yang selama ini berseberangan karena beda sentimen politik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2019  |  14:08 WIB
Ketua DPR Ajak Kubu 01 dan 02 Hentikan Kegaduhan Politik Jelang Ramadan
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan suci Ramadan diharapkan menjadi momentum untuk menciptakan kesejukan di Indonesia.  

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak masing-masing kubu kekuatan politik untuk menghentikan kegaduhan selama Ramadan. Bulan suci Ramadan diharapkan menjadi momentum pemulihan hubungan baik antarkomunitas yang selama ini berseberangan karena beda sentimen politik.

"Pemulihan hubungan baik itu hendaknya diawali dengan kesadaran bersama untuk berhenti menyemburkan ujaran kebencian, berhenti saling tuduh, berhenti saling ancam dan tidak lagi membuat pernyataan provokatif," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Bambang menilai selama Ramadan, semua kekuatan politik harus peduli dan menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa agar masyarakat fokus dan khusyuk.

Karena itu, Bambang mengatakan, ruang publik hendaknya bersih dari segala sesuatu yang berpotensi menganggu atau merusak kesakralan bulan suci Ramadan.

"Dua pekan lebih setelah pemungutan suara Pemilu 2019, sebagian masyarakat merasa tidak nyaman, karena ruang publik masih terasa sangat bising," ujar Bambang.

Kebisingan itu menurut Bambang dilontarkan kedua kubu yang paling berkepentingan dengan hasil penghitungan suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Misalnya, isu tentang kecurangan terus dihembuskan kedua kubu.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, kebisingan memancing perhatian sebagian publik. Memang, ujarnya, ada yang menanggapinya dengan dengan sikap biasa-biasa saja.

"Namun tidak sedikit juga yang terpancing emosinya. Perilaku emosional yang dipertontonkan, kendati hanya dengan pernyataan yang provokatif, tidak pelak membuat beberapa kalangan cemas atau khawatir," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, di kalangan akar rumput sempat tergoda menyoal isu people power yang diwacanakan kalangan tertentu dan perbincangan tentang itu bermunculan karena "perang" pernyataan atau saling tuduh tentang kecurangan Pemilu 2019 tidak pernah reda.

Menurut Bambang, para tokoh masyarakat sudah menggemakan imbauan agar saling tuduh tidak diteruskan namun imbauan itu seperti dianggap angin lalu saja.

"Karena itu, bulan suci Ramadan patut untuk dijadikan momentum bagi semua kekuatan politik untuk menahan diri dan membantu masyarakat di berbagai daerah mewujudkan pemulihan hubungan baik antarkomunitas," kata Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan, Bambang Soesatyo, Pilpres 2019

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup