Lima Tahun Menghilang, Pimpinan ISIS Kembali Muncul Lewat Video

Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi muncul untuk pertama kalinya dalam lima tahun melalui sebuah video propaganda yang dirilis oleh kelompok bersenjata tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 April 2019  |  08:08 WIB
Lima Tahun Menghilang, Pimpinan ISIS Kembali Muncul Lewat Video
Abu Bakar al-Baghdadi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi muncul untuk pertama kalinya dalam lima tahun melalui sebuah video propaganda yang dirilis oleh kelompok bersenjata tersebut.

Jaringan media ISIS, Al Furqan mempublikasikan video itu kemarin dengan mengatakan akan balas dendam atas pembunuhan dan pemenjaraan para pejuangnya sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Selasa (30/4/2019).

Tidak jelas kapan rekaman itu dibuat, tetapi al-Baghdadi merujuk pada ketegangan masa lalu untuk perjuangan berbulan-bulan di Baghouz. Kota itu merupakan benteng terakhir ISIS di Suriah timur yang ditumpas pasukan koalsi pimpinan AS bulan lalu.

"Pertempuran untuk Baghouz sudah berakhir," kata pemimpin ISIS dengan janggut lebat dan senjata serbu di dekatnya.

Dia terlihat bersila di atas bantal dan berbicara kepada tiga pria yang wajahnya tidak bergitu jelas.  Dalam tayangan itu dia terlihat mengenakan jubah hitam dengan rompi krem dan berpidato selama 18 menit.

 Al-Baghdadi juga membahas pemboman di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 250 orang pada Minggu Paskah dalam rekaman audio setelah durasi video berakhir.

"Saudara-saudaramu di Sri Lanka telah menyembuhkan hati para monoteis dengan pemboman bunuh diri mereka. Para pejuang telah membalas dendammu saat Paskah,” katanya. 

Penampilan al-Baghdadi dalam sebuah video merupakan yang pertama sejak menyampaikan khotbah di Masjid Agung al-Nuri, di Mosul, Irak, pada tahun 2014. Pidato itu menandai kebangkitan kelompok tersebut dan "kekhalifahan" yang dideklarasikan sendiri di Irak dan Suriah.

Pada bulan Januari tahun yang sama, ISIS mengambil Kota Suriah Raqqa sebagai ibukotanya. Pada Juni, kelompok itu juga telah merebut Kota Mosul kedua di Irak, dengan populasi dua juta orang. 

Eksekusi mati di publik yang mengerikan adalah kejadian biasa di daerah bekas ISIS, termasuk membakar orang hidup-hidup dan pemenggalan kepala.

Pada puncaknya pada Januari 2015, ISIS menguasai wilayah di Suriah dan Irak yang kira-kira setara dengan ukuran Inggris dan telah menarik 40.000 pejuang untuk tujuan itu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, ISIS, radikalisme

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top