Perkembangan Media Sosial : Penguatan Komunitas Khusus Perempuan Diperlukan

Komunitas perempuan yang berfokus pada pembinaan anggota di media sosial memberi akses bagi banyak perempuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang yang mereka sukai.
Perkembangan Media Sosial : Penguatan Komunitas Khusus Perempuan Diperlukan Anggara Pernando | 26 April 2019 11:24 WIB
Perkembangan Media Sosial : Penguatan Komunitas Khusus Perempuan Diperlukan
Aktivis perempuan membawa poster pada aksi unjuk rasa memperingi hari perempuan sedunia 2019 di Banda Aceh, Aceh, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Peningkatan kapasitas perempuan melalui penguatan komunitas pada sosial media dapat menjamin keamanan nasional suatu negara.

Ira Guslina, peneliti dari Universitas Pertahan pada pemaparannya pada World Conference on Women’s Studies yang berlangsung di Windsor Suite Hotel, Bangkok Thailand menyebutkan komunitas perempuan yang berfokus pada pembinaan anggota di media sosial memberi akses bagi banyak perempuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang yang mereka sukai.

Komunitas khusus perempuan itu juga membuat anggotanya memiliki akses informasi terpercaya mengenai kebijakan yang tengah dijalankan.

“Hal yang menarik, komunitas sosial dengan anggota khusus perempuan memberi akses yang sama pada perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaaan dan bisa dijangkau oleh semua perempuan Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri karena kemudahan akses ke internet melalui telepon pintar,” kata Ira melalui keterangan tertulis, Jumat (26/4/2019).

Lebih lanjut Ira menyebutkan dalam konsep ilmu pertahanan, peningkatan kapasitas perempuan di berbagai bidang akan mendorong semakin kuatnya keamanan nasional suatu negara (national security).

Apalagi dalam pandangan masa kini keamanan nasional tidak lagi hanya dilihat sebatas konteks negara tetapi ditunjukkan dengan terpenuhi rasa aman bagi setiap individu dalam memenuhi hak di berbagai bidang.

Dalam paparannya Ira mengatakan, di Indonesia penguatan peran perempuan bisa dilihat dengan meningkatnya keterlibatan perempuan dalam komunitas sosial media. Saat ini terdapat lebih dari 10 komunitas soal media perempuan di Indonesia dengan yang memiliki anggota lebih dari seribu orang. Selain aktif di sosial mereka, komunitas ini juga terlibat aktif berbagai pelatihan.

World Conference on Women’s Studies yang berlangsung di Bangkok Thailand berlangsung pada 25-27 April merupakan acara tahunan menjadi tempat bertemunya para akademisi, aktivis, jurnalis, dan praktisi yang menaruh minat terhadap pentingnya peningkatan perempuan dan kesetaraan gender di berbagai bidang.

Conference kali ini merupakan pertemuan kelima dengan mengusung tema “Activism, Soldarity, and Diversity; Feminism Movement Toward Global Sisterhood'. Pertemuan yang dihadriri oleh delegasi dari 20 negara itu membahas sejumlah isu penting seperti perempuan dalam politik, kekerasan terhadap perempuan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial.

Profesor Diana J Fox, dari Bridgewater State University Amerika Serikat yang bertindak sebagai penanggung jawab acara mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa memberi kontribusi bagi perbaikan mutu hidup perempuan di seluruh dunia.

Nawal El Sadawi, penulis terkemuka dunia dari Mesir yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan ini mengatakan saat ini perlu ada upaya bersama dari semua pihak tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki dalam memperjuangkan persamaan hak terhadap perempuan. Peningkatan kapasitas perempuan di berbagai bidang merupakan elemen penting dari majunya suatu bangsa.

“Feminism di masa mendatang sangat berbeda di banding masa lalu, dan peningkatan peran terhadap perempuan tidak akan pernah terjadi tanpa kerjasama yang baik dan keinginan untuk terus bergerak,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan, pemberdayaan wanita

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top