Petugas KPPS Sakit dan Meninggal Dunia, Ketua DPR : Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memberikan layanan pengobatan gratis kepada petugas KPPS, TNI, dan Polri yang saat ini masih sakit karena kelelahan menjalankan tugas di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 25 April 2019  |  09:41 WIB
Petugas KPPS Sakit dan Meninggal Dunia, Ketua DPR : Berikan Layanan Kesehatan Gratis
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan kepada wartawan. - JIBI/Alif Nazzala Rizqi

Kabar24.com, JAKARTA — DPR meminta kepada pemerintah membebaskan biaya pengobatan bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit atau meninggal dunia selama menjalankan tugas di Pemilu 2019.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memberikan layanan pengobatan gratis kepada petugas KPPS, TNI, dan Polri yang saat ini masih sakit karena kelelahan menjalankan tugas di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (25/4/2019), Bambang menilai petugas di tingkat lapangan tidak dibekali asuransi saat menjalankan tugasnya. Hal itu menjadi catatan penting terkait dengan penyelenggaran Pemilu ke depan.

"Berbagai catatan penting tersebut akan menjadi bahan masukan dalam rapat kerja DPR RI dengan KPU, TNI, Polri, maupun pihak pemerintah lainnya. Kita ingin agar penyelenggaraan Pemilu kedepannya berjalan lebih baik lagi, karena itu perbaikan sistem mutlak harus dilakukan. Pembenahan akan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Terutama yang menyangkut keselamatan dan perlindungan petugas di lapangan," ujarnya.

Hal lain yang menjadi bahan evaluasi DPR adalah panjangnya masa kampanye Pemilu 2019 yang berjalan sejak September 2018, serta sistem pemilu yang dinilai terlalu rumit karena digelar secara serentak.

“Masa kampanye yang terlalu lama, sistem pemilihan yang rumit, serta tidak adanya asuransi yang melindungi petugas di lapangan. Ini jadi evaluasi semuanya,” katanya.

Bambang juga menyampaikan rasa bela sungkawa kepada para petugas di lapangan yang wafat selama menjalankan tugasnya.

Dari catatan KPU, lebih dari 130 orang anggota KPPS yang meninggal dunia selama proses penghitungan suara berjalan.

"Kita semua berduka cita atas meninggalnya puluhan petugas Pemilu 2019. Saya sampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Pengorbanan mereka dalam menegakan demokrasi di Indonesia tidak akan sia-sia.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, kpu, Pemilu 2019, Bambang Soesatyo

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup