Masyarakat Diminta Bersikap Rasional dan Dukung KPU Pascapemilu

“Kita selesaikan secara hukum bila ada manipulasi data dan korupsi politik dalam bentuk apapun, oleh siapapun dan pihak manapun. Kita dukung kawal dan awasi kerja besar KPU. Laporkan setiap dugaan penyimpangan kepada Bawaslu, DKPP dan Aparat Penegak Hukum,” kata Erry.
Lalu Rahadian | 24 April 2019 16:46 WIB
Petugas KPPS melakukan penghitungan suara Pilpres di TPS 222 Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Rabu (17/4/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat diminta bertindak rasional dan kembali merajut persatuan setelah pemungutan suara pemilu 2019. Alasannya, banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan pascapemilu 2019.

Ajakan itu disampaikan eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas. Menurutnya, masyarakat harus kembali fokus menyelesaikan sejumlah masalah seperti memberantas korupsi, membangun warga yang tertib hukum dan beretika, reformasi lanjutan dalam pelayanan publik dan penegakan hukum.

“Kita selesaikan secara hukum bila ada manipulasi data dan korupsi politik dalam bentuk apapun, oleh siapapun dan pihak manapun. Kita dukung kawal dan awasi kerja besar KPU. Laporkan setiap dugaan penyimpangan kepada Bawaslu, DKPP dan Aparat Penegak Hukum,” kata Erry dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Perwakilan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Kemanusiaan ini juga mengimbau masyarakat untuk memberi dukungan dan kepercayaan kepada KPU. Apalagi, saat ini tercatat ada 139 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas di hari pemungutan suara 17 April lalu.

“Mari kita doakan para patriot pahlawan demokrasi kita yang gugur dalam menjalankan tugas mulia. Semoga arwah merea mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” katanya.

SANTUNAN

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengatakan, santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia dapat diakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa. Akan tetapi, Kemenkeu akan melihat berapa kebutuhan dan nilai santunan yang hendak diberikan sesuai peraturan perundang-undangan.

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting menyebut, banyaknya petugas pemilu yang sakit serta meninggal dunia diduga lantaran mereka terlalu berdedikasi saat bertugas pada 17 April lalu. Karena terlampau berdedikasi, banyak petugas pemilu yang akhirnya memilih bertugas sejak persiapan hingga pascapemungutan suara berlangsung.

“Kami sangat hargai dedikasi tinggi para penyelenggara yang sampai mengabaikan kesehatannya untuk mensukseskan pemilu. Ini tentu apresiasi yang sangat tinggi ya kepada teman-teman yang sampai berkorban nyawa dan kesehatan untuk memastikan semua proses berjalan baik dan benar,” ujar Evi di Kantor KPU RI, Jakarta.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup