Korban Meninggal Ledakan Bom Sri Lanka Melonjak Jadi 290 Jiwa

Jumlah korban meninggal akibat delapan ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka pada puncak perayaan Paskah Minggu (21/4/2019) dikabarkan melonjak dan mencapai 290 jiwa.
Iim Fathimah Timorria | 22 April 2019 11:36 WIB
Pasukan keamanan tampak berjaga di luar lokasi ledakan di Gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah korban meninggal akibat delapan ledakan bom di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka pada puncak perayaan Paskah Minggu (21/4/2019) dikabarkan melonjak dan mencapai 290 jiwa.

Juru bicara kepolisian Ruwan Sunasekara pada Senin (22/4/2019) mengungkapkan bahwa korban jiwa telah mencapai 290 orang dengan korban luka berjumlah sekitar 500 orang.

Mengutip BBC, Kementerian Luar Negeri Sri Lanka meyakini sekitar 36 warga negara asing turut menjadi korban meninggal. Puluhan warga asing tersebut di antaranya berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Turki, India, China, Denmark, Belanda, dan Portugal.

Rangkaian bom yang mengguncang Sri Lanka bermula pukul 08.45 waktu setempat ketika sejumlah ledakan terjadi secara serentak di tiga gereja yang berlokasi di Negombo, Batticola, dan ibu kota Kolombo. Ledakan ini menyasar para jemaat yang tengah menghadiri peringatan Paskah di lokasi kejadian.

Pada waktu yang hampir bersamaa, ledakan juga terjadi di tiga hotel di Kolombo yakni Hotel Shangri-La, Kingsbury, dan Hotel Cinnamon Grand.

Di tengah usaha tim keamanan mengendalikan situasi, ledakan lain terjadi pada pukul 13.45 di dekat kebun binatang di Dehiwala, sebelah selatan Kolombo dan ledakan kedelapan dilaporkan mengguncang distrik Dematagoda dan menewaskan tiga anggota kepolisian.

Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden mematikan ini, namun pihak keamanan telah menahan 24 orang yang diduga terlibat.

Serangkaian ledakan pada Minggu kemarin merupakan insiden paling mematikan di Sri Lanka sejak perang saudara berakhir pada 2009.

Perang saudara tersebut berakhir dengan kekalahan Harimau Tamil, kelompok separatis yang telah memberontak selama 26 tahun untuk memperjuangkan kemerdekaan etnis minoritas Tamil. Sekitar 70 ribu sampai 80 ribu orang diperkirakan meninggal akibat konflik panjang tersebut.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri lanka

Sumber : BBC

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup