Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laporan dari Korea Selatan, Ini Kisah Munculnya Desa Camelia di Pulau Jeju

Amorepacific, industri kosmetik modern dari Korea Selatan terus mengelola mitra bisnis melalui pemberdayaan penduduk di salah satu desa di Pegunungan Halla, Pulau Jeju.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 07 April 2019  |  04:55 WIB
Laporan dari Korea Selatan, Ini Kisah Munculnya Desa Camelia di Pulau Jeju
Pohon dan bunga camelia di Pulau Jeju, Korea Selatan. - Bisnis/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, JEJU – Amorepacific, produsen kosmetik modern dari Korea Selatan, terus mengelola mitra bisnis melalui pemberdayaan penduduk di salah satu desa di Pegunungan Halla, Pulau Jeju, Korsel.

Dong Jun-oh, ketua koperasi sekaligus penanggung jawab Institut Pelestarian Desa Camellia, selaku mitra Amorepacific, menceritakan pada awalnya di kawasan setempat tertanam pohon bunga camelia.

"Penduduk menanam pohon bunga karena cantik, masih ada pohon yang pertama kali di tanam usianya kurang lebih 400 tahun," kata Dong dalam rangkaian tur media ke mitra Amorepacific di Jeju, Jumat (5/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa desa di Namwon, Seogwipo, tersebut dikenal sebagai Desa Camellia atau Camellia Village pada 2007, ketika tokoh pendiri Amorepacific, Suh Sung-whan, mengunjungi tempat tersebut dan mulai menjalin kemitraan dengan penduduk setempat.

Desa Camellia memiliki luas 1.542 hektare dengan 200 rumah tangga yang 50 di antaranya menjadi anggota koperasi. Meski memiliki nama bunga, produksi utama penduduk Desa Camellia adalah jeruk yang juga menjadi ciri khas hasil bumi Pulau Jeju.

"Pohon camelia dipilih karena selain bermanfaat juga bisa menahan angin ketika musim dingin tiba. Untuk produksi, dalam setahun menghasilkan 300.000 ton buah, lalu 1 ton bunga dan daun per tahun," lanjutnya.

Amorepacific memanfaatkan pohon camelia melalui bunga, daun, dan biji yang disuling minyak murni sebagai bahan baku produk-produk perusahaan dan juga menjadi minyak makan. Dari kemitraan dengan Amorepacific, koperasi di Desa Camellia mencatat pendapatan mencapai 400 juta won (sekitar Rp5 miliar) dalam setahun.

Kerja sama dengan Amorepacific berlangsung baik dengan salah satu klausulnya menyatakan soal pelestarian lingkungan. Dong mengatakan bahwa misalnya pada suatu ketika timbul kerusakan pohon atau tanaman di sekitarnya, kemitraan akan dihentikan.

"Ketika memanen bunga, maka akan diambil bunga yang telah jatuh, soalnya kalau bunga dipetik dari pohon maka tidak akan menghasilkan biji. Jadi, intinya menjaga ekosistem pohon camelia dan ini merupakan kerja sama yang ramah lingkungan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan kosmetika
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top