Ribuan Penduduk Palestina Protes di Perbatasan Israel, Dua Tewas

uluhan ribu warga Palestina berkumpul di tengah hujan lebat di perbatasan Israel-Gaza pada Sabtu (30/3/2019). Mereka menggelar protes terhadap hari jadi kehadiran tank-tank Israel di wilayah tersebut. Dua warga Palestina tewas akibat protes itu.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 31 Maret 2019  |  02:30 WIB
Ribuan Penduduk Palestina Protes di Perbatasan Israel, Dua Tewas
Seorang pengunjuk rasa dievakuasi saat aksi demo di Jalur Gaza Jumat 22 Februari 2019 petang waktu setempat. - Reuters/Mohammed Salem

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di tengah hujan lebat di perbatasan Israel-Gaza pada Sabtu (30/3/2019). Mereka menggelar protes terhadap hari jadi kehadiran tank-tank Israel di wilayah tersebut. Dua warga Palestina tewas akibat protes itu.

Seorang lelaki tewas di dekat perbatasan, sementara itu seorang lelaki berusia 17 tahun tewas oleh tembakan Israel di lokasi protes di timur Kota Gaza. Para pengunjukrasa Palestina membalas dengan melemparkan batu, granat dan membakar ban ke arah tentara di seberang pagar perbatasan.

Laporan Reuters menyebutkan, para demonstran menyalakan pengeras suara dengan membunyikan lagu nasionalis Palestina dengan volume maksimal. Para pemimpin Hamas juga muncul bersama demonstran dan meminta sekolah-sekolah tutup pada hari aksi untuk mendorong partisipasi.

Para pemrotes menyerukan pencabutan blokade keamanan yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir, agar warga Palestina memiliki hak kembali ke tanah dari mana keluarga mereka melarikan diri atau dipaksa untuk melarikan diri saat pendirian Israel pada 1948.

Israel menolak pengembalian semacam itu, dengan mengatakan hal itu akan menghilangkan mayoritas Yahudi. Militer Israel mengatakan 40.000 orang telah berkumpul di daerah perbatasan tetapi kebanyakan dari mereka menjauh dari perbatasan.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan 17 orang terluka oleh tembakan Israel, gas air mata dan pecahan peluru. Sekitar 200 warga Gaza telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak protes dimulai pada 30 Maret tahun lalu. Adapun seorang tentara Israel terbunuh oleh penembak jitu Palestina. Konfrontasi telah meningkat menjelang peringatan.

Serangan roket Gaza melukai tujuh warga Israel di utara Tel Aviv pada Senin lalu. Sebagai aksi balasan, Israel melancarkan gelombang serangan udara dan menambah pasukannya di perbatasan.

Setelah 12 bulan pertumpahan darah, para mediator Mesir bekerja untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut, untuk meredakan ketegangan dengan membujuk Israel membuka pembatasan untuk pergerakan barang dan orang yang masuk dan keluar dari Jalur Gaza.

Blokade tersebut dikutip oleh lembaga-lembaga kemanusiaan sebagai alasan utama pemiskinan di daerah kantong pantai yang sempit tempat 2 juta warga Palestina itu bermukim.

Para pemimpin kelompok militan Palestina bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengatakan bahwa kemajuan telah dibuat dalam perundingan gencatan senjata, tetapi Hamas mengatakan mereka memiliki daftar tuntutan dari Israel yang ingin mereka lihat realisasinya.

"Dalam beberapa hari mendatang kami berharap untuk mengakhiri negosiasi dan mencapai penghancuran nyata blokade," kata kepala Hamas di Gaza, Yehya Sinwar kepada Reuters ketika dia tiba di lokasi protes, Sabtu (30/1/2019)

Kelompok Islam Hamas telah berperang tiga kali dengan Israel dalam satu dekade terakhir. Keamanan telah menjadi isu yang menonjol dalam persiapan pemilihan Israel yang akan jatuh tempo pada 9 April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top