40 Tahun Budi Luhur, Bebaskan Uang Gedung bagi Warga Pesanggrahan dan Ciledug

Kabar24.com, JAKARTA - Universitas Budi Luhur memberikan tawaran khusus bagi masyarakat sekitar yang memerlukan pendidikan tinggi, berupa pembebasan biaya investasi pendidikan atau uang gedung kepada masyarakat Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Ciledug.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 31 Maret 2019  |  15:14 WIB
40 Tahun Budi Luhur, Bebaskan Uang Gedung bagi Warga Pesanggrahan dan Ciledug
Perayaan HUT ke-40 Tahun BUdi Luhur - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Universitas Budi Luhur memberikan tawaran khusus bagi masyarakat sekitar yang memerlukan pendidikan tinggi, berupa pembebasan biaya investasi pendidikan atau uang gedung kepada masyarakat Kecamatan Pesanggrahan dan  Kecamatan Ciledug.

Program yang berlangsung hingga 30 April 2019 itu terkait dengan Perayaan HUT ke-40 Budi Luhur dan diharapkan membantu meringankan biaya pendidikan masyarakat sekitar kampus. Masyarakat di kedua kecamatan ini cukup membayar sekitar 50% dari biaya yang seharusnya dikeluarkan, dan diangsur tiga kali sampai empat kali.

“Kami harapkan warga Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Ciledug memanfaatkan tawaran itu. Kami berupaya memberikan program ini guna membantu meringankan biaya pendidikaan bagi warga. Budi Luhur berusaha hadir di tengah masyarakat,” ujar Hanggara Kasih, Ketua Umum Yayasan Budi Luhur Cakti.

Perayaan HUT ke-40 Budi Luhur akan diselenggarakan di Auditorium Kampus Budi Luhur, Ciledug, Jakarta Selatan, pada Senin (1/4/2019)

Program lainnya adalah beasiswa yang diberikan Universitas Budi Luhur adalah Beasiswa 5 Miliar dan Beasiswa Nusantara. Beasiswa 5 Miliar terbagi dalam terkategori dalam beasiswa atlet, beasiswa prestasi, beasiswa akademik, beasiswa kurang mampu, beasiswa khusus. Adapun Beasiswa Nusantara merupakan pemberian beasiswa bagi masyarakat di pelosok tanah air yang kurang tersentuh pendidikan. Program Beasiswa Nusantara ini sudah ada sejak 2004.

Saat ini terdaftar 43 mahasiswa Beasiswa Nusantara yang aktif kuliah di Universitas Budi Luhur, yang berasal dari Pulau Nias, Padang, Sumatra Barat, Murung Raya Kalimantan Barat, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Sampit Kalimantan Tengah, Tana Toraja Sulawesi Selatan, Palu Sulawesi Tengah.”

“Pada 2018 telah dibawa ke Universitas Budi Luhur, dua  mahasiswa dari Suku Pedalaman Dayak dan tiga dari Gunung Sitoli untuk kuliah. Di tahun ini sedang dijajaki pemberian beasiswa untuk Suku Anak Dalam, yang tinggal di wilayah Tebo, Jambi,” kata Hanggara. 

Bakti untuk Bangsa dan Negara dalam wujud lain yang dilakukan Universitas Budi Luhur adalah mewajibkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang selama ini hanya wajib di Perguruan Tinggi Negeri. KKN merupakan salah satu wujud dari fisolofi Kebudiluhuran yang dilakukan mahasiswa dan dosen. KKN yang dilakukan Universitas Budi Luhur telah menjangkau wilayah-wilayah pelosok tanah air.

“Pada 2019 Budi Luhur telah mengirim 1.000 mahasiswa dan dosen untuk melakukan KKN di 96 lokasi hingga mencapai wilayah Kabupaten Tebo Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Wilayah Sambas - Kalimantan Barat,” ungkap Rektor Universitas Budi Luhur Didik Sulistyanto.  

Menurutnya, pada Juli akan kembali dikirim 600 mahasiswa dan dosen ke titik yang sama. 

Kemenristekdikti telah mempercayakan Universitas Budi Luhur untuk menjadi koordinator beberapa program pengabdian masyarakat. Di antaranya mengkoordinir lebih 100 PTS dalam program Citarum Harum, dan menjadi koordinator PTS wilayah LL Dikti III program Pemulihan Bencana Palu dan Anyer. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempercayakan Unversitas Budi Luhur bersama 1 PTS dan 2 PTN lain menjadi konseptor Eco Campus. 

Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi berbasis IT, Universitas Budi Luhur juga melakukan pengembangan riset dan inovasi teknologi yang bearmanfaat bagi bangsa dan negara.

Deputi Rektor Bidang Akademik dan KemahasiswaanWendi Usino menjelaskan Universitas Budi Luhur juga melakukan riset dan inovasi teknologi yang hasil-hasil dapat dimanfaatkan masyarakat. Temuan riset yang telah dihasilkan antara lain bidang E – Health, yakni  Model Peramalan Jumlah Kasus Dan Pola Distribusi Penyebaran Demam Berdarah Dengue, Termodifikasi Untuk Konstruksi Fitur Pada Model Diagnosis Smear-Negative PulmonaryTuberculosis Berbasis SVM Dan Aturan, Model Berbasis Profile Matching InterpolasiUntuk Penentuan Kesesuaian Obat Dengan Kondisi Pasien.

Bidang Big Data antara lain  Metode Ekstraksi Twitter dan Klasifikasi Berbasis Aturan Untuk Memprediksi Kepadatan Lalu Lintas, Deteksi Trending Topic Tweet Berbahasa Indonesia Menggunakan Metode Clustering Serta Kombinasi Textual Dan Social Content, dan Metodologi Pengukuran Produktivitas Penggunaan Bandwidth Internet.

“Temuan lain di luar bidang IT antara lain pengembangan mobil listrik BLITS (BL-ITS) yang telah berhasil mengaspal Pulau Jawa dan Sumatra.”

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan tinggi

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top