M Yamin di Mata Sahabat: Kader Pekerja Keras, Pengagum Taufiq Kiemas

Keluarga besar TKN Jokowi-Ma'ruf dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berduka atas seorang sahabat, Mohammad Yamin, Jumat (22/3/2019).
Aziz Rahardyan | 23 Maret 2019 00:10 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Keluarga besar TKN Jokowi-Ma'ruf dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berduka atas seorang sahabat, Mohammad Yamin, Jumat (22/3/2019).

Seorang aktivis, kader, sekaligus Ketua Seknas Jokowi ini berpulang mendadak dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menghadiri deklarasi dukungan Alumni Jogja SATUkan Indonesia bagi Jokowi-KH Maruf Amin.

"Beliau adalah kader PDI Perjuangan yang begitu berdedikasi bagi kemenangan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin," ungkap Sekretaris Jenderal PDIP sekaligus Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi PDIP, Jumat (22/3/2019).

"Kami sungguh merasa kehilangan ditinggal sosok pekerja keras, ramah dan jenaka, namun kokoh dalam prinsip. Bung Yamin memelopori pergerakan relawan untuk kemenangan Pak Jokowi sejak tahun 2013," tambahnya.

Hasto memang terbiasa menyebut almarhum dengan panggilan Bung Yamin. Dirinya menyatakan bahwa PDIP dan TKN memberikan penghormatan terbaik pada Bung Yamin, mendoakannya khusnul khatimah, dan menjelaskan bahwa pengorbanannya selama menjadi kader dan penggawa TKN, tak sia-sia.

Pengagum Taufiq Kiemas

Seorang sahabat yang mengenal sosok Yamin sebagai kader militan PDIP, Timbo Siahaan, Pemred Jak TV sekaligus Komisaris Garuda Indonesia, mengungkapkan perjalanan almarhum Yamin sebagai pelopor Seknas Jokowi.

Almarhum Yamin, bersama Ketua MPR-RI 2013-2014 Sidarto Danusubroto dan kawan-kawan membentuk Seknas Jokowi awal tahun 2014 untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Ada pernyataan menarik dari almarhum, yang memggambarkan betapa besar energinya untuk politik. Yaitu, terkait alasan almarhum tidak membubarkan Seknas Jokowi, walaupun pasangan Jokowi-JK telah terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

"Suatu hari saya pernah bertanya kepada Yamin, 'Min, Jokowi-JK sudah menang tapi kenapa Seknas Jokowi belum dibubarkan?' Yamin menjawab, 'Seknas Jokowi gak akan dibubarkan, bang. Seknas Jokowi akan tetap mengawal Pak Jokowi selama menjadi presiden.' Saya terdiam," ungkap Timbo dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (22/3/2019).

Timbo pun mengisahkan bahwa almarhum Yamin merupakan orang yang sangat dekat dengan almarhum Taufiq Kiemas, politisi senior PDIP sekaligus suami dari Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Timbo menyebut Yamin terbiasa menyapa Taufiq dengan panggilan 'Kak TK'.

"Hampir setiap saat berada di samping Pak Taufiq Kiemas. Kalau mau mencari Yamin tidak perlu repot-repot, cari saja Yamin di Pompa Bensin Pejompangan. Di tempat ini, Pak TK selalu kumpul dengan teman-temannya termasuk di situ ada Yamin," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Timbo mengungkapkan bahwa Yamin begitu terpukul ketika Taufiq meninggal dunia 8 Juni 2013. Selain itu, almarhum Yamin tampak kerap berlinang air mata bila mengingat semua kebaikan Taufiq.

"Memang semasa hidupnya Pak TK dikenal orang baik dan penolong. Siapapun selalu dibantu oleh Pak TK," ujar Timbo.

Bahkan, saking sayang dan hormatnya kepada Taufiq, Timbo menyebut almarhum Yamin selalu ziarah ke makam mantan Ketua MPR RI periode 2009-2013 ini di Makam Pahlawan Kalibata setiap tanggal 31 Desember.

"Mengapa tanggal 31 Desember? Karena itulah tanggal kelahiran Pak TK, 31 Desember 1942," ungkap Timbo.

"Sekarang Yamin sudah menemui orang yang ia sangat sayangi dan hormati, almarhum Pak TK.
Selamat jalan, Yamin. Semoga arwah almarhum mendapat tempat yang terindah bersama Tuhan di surga. Amin," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top