Dituduh Korupsi, Ketua Komite Olimpiade Jepang Mundur

Ketua Komite Olimpiade Jepang (JOC), Tsunekazu Takeda, menyatakan akan mengundurkan diri pada Juni 2019, setelah dia dituding korupsi.
Dituduh Korupsi, Ketua Komite Olimpiade Jepang Mundur JIBI | 20 Maret 2019 18:22 WIB
Dituduh Korupsi, Ketua Komite Olimpiade Jepang Mundur
Tsunekazu Takeda

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua Komite Olimpiade Jepang (JOC), Tsunekazu Takeda, menyatakan akan mengundurkan diri pada Juni 2019, setelah dia dituding korupsi.

Pernyataan yang disampaikan kepada para anggota JOC pada Selasa (19/3/2019) itu menyusul dugaan keterlibatannya dalam penerimaan uang sebelum Tokyo ditetapkan sebagai tuan rumah kegiatan olahraga musim panas pada 2020 sebagaimana diungkapkan oleh otoritas Prancis.

"Memperhatikan masa depan JOC, saya rasa ada baiknya menyerahkan seluruh tugas kepada pemimpin baru sehingga mereka dapat tugas sebagai tuan rumah Olimpiade yang baik," kata Tsunekazu kepada peserta pertemuan JOC di Tokyo seperti dilansir situs news.com.au.

Dia mengatakan, keputusannya mengundurkan diri dari kepemimpinan JOC tidak ada hubungannya sama sekali dengan penyelidikan kasus dugaan suap.

Pria berusia 71 tahun itu juga mengatakan kepada awak media bahwa dirinya mengundurkan diri dari Komite Olimpiade Internasional Jepang.

Takeda, saat ini, berada dalam tekanan sehingga memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua JOC pada Juni mendatang. Keputusan mengundurkan diri itu diambil setelah otoritas Prancis yakin mereka memiliki bukti korupsi atas penyelenggaraan Olimpiade di Tokyo pada 2020.

Sebelumnya, pada 10 Desember 2018, kantor urusan kejahatan keuangan Prancis memulai penyelidikan terhadap Takeda terkait skema untuk memperoleh suara dari anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) dari Afrika pada 2013 untuk mendukung Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020, yang saat itu bersaing dengan Istanbul atau Madrid.

Hakim Renaud Van Ruymbeke dan Stéphanie Tacheau mengawasi penyelidikan "korupsi aktif" dan Takeda membantah dakwaan tersebut. 

Sementara itu, Komite Olimpiade Jepang (yang menjadi kepala Takeda) melakukan penyelidikan internal terhadap tuduhan tersebut tetapi tidak menemukan pelanggaran etika.

Pada 19 Maret 2019, Takeda mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai Presiden Komite Olimpiade Jepang dan sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional di tengah tuduhan penyuapan untuk melindungi Gerakan Olimpiade.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Olimpiade 2020

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top