KABAR GLOBAL: Sinyal Perlambatan Global Kian Nyata, AS Tekan Ekspor Minyak Iran

Berita seputas sinyal perlambatan global yang kian nyata serta rencana AS mengurangi ekspor minyak mentah Iran menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (15/3/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  09:38 WIB
KABAR GLOBAL: Sinyal Perlambatan Global Kian Nyata, AS Tekan Ekspor Minyak Iran
Pengunjuk rasa anti Brexit melambaikan bendera Uni Eropa di luar Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris, Selasa (13/11). - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputas sinyal perlambatan global yang kian nyata serta rencana AS mengurangi ekspor minyak mentah Iran menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (15/3/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Sinyal Perlambatan Global Kian Nyata. Setelah Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas proyeksi ekonomi global pada tahun ini menjadi 3,3%, sinyal perlambatan pun kian nyata yang ditandai oleh rilis data ekonomi sejumlah negara maju yang melemah. (Bisnis Indonesia)

AS Tekan Ekspor Minyak Iran. Amerika Serikat berencana untuk mengurangi ekspor minyak mentah Iran sekitar 20% menjadi di bawah 1 juta barel per hari mulai Mei 2019 dengan cara mewajibkan negara pengimpornya untuk mengurangi pembelian guna menghindari sanksi dari Negara Paman Sam tersebut. (Bisnis Indonesia)

Brexit Berpotensi Ditunda. Setelah proposal Brexit Perdana Menteri Theresa May ditolak, Parlemen Inggris pun menjadwalkan voting pada Kamis (14/3), waktu London, dalam upaya pengusulan penundaan Brexit. (Bisnis Indonesia)

Otomotif Global Ramai-Ramai Recall Mobil. Tambah lagi perusahaan otomotif global yang menarik kendaraan mereka atau biasa disebut recall. Kali ini produsen otomotif asal Italia, Fiat Chrysler Automobiles yang berencana menarik sebanyak 965.000 kendaraan berbahan bakar bensin dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada. (Kontan)

Produksi Industri China Terendah dalam 17 Tahun. Pertumbuhan produksi industri China selama dua bulan pertama tahun ini merosot hingga ke level terendah dalam 17 tahun. Ini akan mendorong pemerintahnya mengeluarkan banyak insentif. (Kontan)

Giliran WA, FB, IG Tumbang. "Kiamat kecil" di jagat internet ternyata berlanjut. Setelah produk Google seperti Gmail, Google Earth dan Drive, kemarin giliran Facebook, WhatsApp dan Instagram yang tumbang. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top