TKN : Desifit BPJS Kesehatan Bisa Ditambal Pakai Cukai Rokok dan Pajak Kendaraan

Keberadaan BPJS kesehatan dinilai berada di jalur yang tepat meskipun masih terjadi defisit. Politikus PDI Perjuangan Hasbullah Thabrany mengatakan defisit bisa diatasi dengan memanfaatkan sumber pendanaan dari kenaikan cukai rokok dan pajak kendaraan bermotor.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  18:55 WIB
TKN : Desifit BPJS Kesehatan Bisa Ditambal Pakai Cukai Rokok dan Pajak Kendaraan
Petugas melayani calon pasien menyelesaikan proses administrasi di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Praktisi jaminan kesehatan Hasbullah Thabrany menyebut bahwa BPJS Kesehatan telah berada di jalur yang benar walaupun hingga kini masih mengalami defisit keuangan.

Menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) sekaligus calon legislatif PDI Perjuangan ini, defisit tersebut nantinya bisa ditambal dengan beragam kebijakan pengelolaan sumber anggaran.

"Sumber yang ada sebetulnya bukan hanya dari iuran, sebetulnya kita bisa dari hibah APBN, bisa juga APBN dimobilisir kemudian didanai dari dana mobilisir tersebut," jelas Hasbullah dalam acara diskusi publik yang digelar Koalisi Kesehatan Indonesia di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Kamis (14/3/2019).

Beberapa di antaranya, Hasbullah memberi contoh dengan menaikkan cukai rokok yang kemudian sebagian dianggarkan untuk subsidi pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Kalau di Filipina mereka 5 tahun lalu menaikkan cukai rokok, dan dari kenaikkan cukai rokok, 80% untuk hibah JKN," ungkapnya.

"Rakyat Indonesia mengonsumsi 28 miliar bungkus rokok setahun. Kalau dari satu bungkus kita titip, seperti denda, karena merokok merusak kesehatan dirinya dan lingkungan, Rp2.000 saja satu bungkus, itu satu tahun Rp 56 triliun. Jadi sumber-sumber dana sudah ada," jelasnya.

Sebab itulah, menurut Hasbullah, defisit BPJS Kesehatan bukan berarti buruk. Justru hal ini menandakan bahwa BPJS Kesehatan "laku", sebab masyarakat telah percaya dan menggunakannya secara luas.

Dirinya mengungkapkan bahwa nantinya apabila Jokowi-Ma'ruf terpilih, defisit anggaran BPJS Kesehatan akan coba ditutup dengan beberapa contoh kebijakan yang dirinya kemukakan.

"Kita juga bisa lihat misalnya sepeda motor, kita punya 100 juta sepeda motor, 30 juta kendaraan mobil, kalau pajak kendaraan bermotor dinaikkan saja sedikit, misalnya 5.000 rupiah, masa keberatan. Jadi banyak sumbernya, InsyaAllah bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu," ungkap Hasbullah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan, Cukai Rokok, Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top