Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengakuan Tengku Zulkarnain Dirasa Belum Cukup, TKN Minta Video Minta Maaf ke Jokowi

TKN Jokowi-Ma'ruf menganggap bahwa permintaan maaf ustadz Tengku Zulkarnain di akun Twitter-nya, belum cukup untuk membayar fitnah kepada pemerintah terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang telah disebarkannya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  23:22 WIB
Abdul Kadir Karding (kiri),Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. - Bisnis/Muhammad Ridwan
Abdul Kadir Karding (kiri),Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA — TKN Jokowi-Ma'ruf menganggap bahwa permintaan maaf ustadz Tengku Zulkarnain di akun Twitter-nya, belum cukup untuk membayar fitnah kepada pemerintah terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang telah disebarkannya.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Tengku Zul merupakan kekhilafan seorang ulama akibat terlalu terlibat politik praktis.

Karding mengimbau agar Tengku Zul ke depan agar lebih teliti, lebih kritis, dan lebih berhati-hati agar tidak mudah termakan penyebaran hoaks di media sosial.

"Sebenarnya mungkin apa yang dialami oleh Tengku Zulkarnain bukan hanya hari ini, ada beberapa juga kasus yang menurut saya, lebih menonjol politik pratisnya dari pada dakwah keagamaanya," jelas Karding, Rabu (13/3/2019).

"Usul saya fokus saja dakwah itu akan menjadi maslahat untuk umat, umum, daripada main di politik tapi dampaknya tidak baik," tambahnya.

Ditemui di tempat terpisah, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong menilai permintaan maaf Tengku Zul di media sosial saja tidak cukup. Sebab, ceramah, cuitan, maupun video yang disebarkannya telah menyebar ke masyarakat akar rumput.

"Kalau pak Zul mau benar-benar bertanggung jawab atas omongannya itu, menurut saya dia harus roadshow ke bawah, kemudian bila perlu, dia menyampaikan permohonan maaf itu divideokan dan diviralkan biar masyarakat juga tahu, biar seimbang," ungkap Usman ketika ditemui di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Karena memulihkan sesuatu kabar bohong itu tidak semudah ketika dia menyebarkan kabar bohong itu. Pengaruhnya udah besar, jadi pak Zul harus bertanggung jawab dengan memulihkan dengan turun ke lapangan dan mevideokan [permintaan maafnya]," tambah Usman.

Sementara itu, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily meminta Zul meminta maaf langsung ke Presiden Joko Widodo terkait fitnah yang telah disebarkannya.

"Sementara Tengku Zulkarnain sudah koar-koar di mana-mana, termasuk di masjid, di media sosial, bahwa [disebut] pemerintahan Jokowi akan melegalisasi perzinaan. Dia harus minta maaf juga ke Pak Jokowi. Biar fair, jangan cuma [di medsos] seperti itu," katanya. 

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain mengakui bahwa pendapatnya tentang RUU PKS keliru, dirinya pun meminta maaf lewat akun Twitter resminya, Selasa (12/3/2019) pukul 04.01 WIB.

"Setelah mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah," tulis Zul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019 hoax
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top