FOKUS PASAR GLOBAL: Pernyataan The Fed hingga Pertumbuhan Ekonomi China

Saham Amerika Serikat hampir tidak bergerak namun kondisi di pasar tetap bergejolak bersamaan dengan kesaksian Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  10:43 WIB
FOKUS PASAR GLOBAL: Pernyataan The Fed hingga Pertumbuhan Ekonomi China
Gubernur The Fed Jerome Powell - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Saham Amerika Serikat hampir tidak bergerak namun kondisi di pasar tetap bergejolak bersamaan dengan kesaksian Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres.

Selain kondisi di Amerika Serikat saat ini, berikut adalah beberapa hal yang menjadi perhatian pasar seperti dikutip Bloomberg, Rabu (27/2/2019):

1. Powell tidak Terburu-buru

Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan kepada para senator AS pada Selasa (26/2) bahwa sinyal di pasar yang saling bertentangan mendorong bank sentral untuk mengambil pendekatan yang lebih santai terhadap kebijakan kenaikan suku bunga pada Januari.

Powell kemudian mengatakan bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) akan terus mengandalkan data serta menambahkan bahwa pihaknya tidak terburu-buru untuk membuat penilaian tentang perubahan kebijakan.

Terkait, ekonomi global, Powell mengatakan kondisi keuangan sekarang kurang mendukung pertumbuhan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Pertumbuhan telah melambat di beberapa ekonomi asing utama, terutama China dan Eropa," ujarnya.

Pernyataan Powell tidak menunjukkan bias terhadap kenaikan atau penurunan suku bunga lebih lanjut. Saham AS bergoyang selama kesaksian berlangsung, namun mengalami sedikit perubahan saat pembicaraan berakhir.

2. Saham Menurun Jelang Penutupan

Saham Asia terlihat meningkat secara moderat setelah sesi yang kurang stabil pada  Saham AS ditutup lebih rendah karena investor berjuang untuk menempatkan putaran optimis pada kesaksian Powell.

Pound menguat karena Perdana Menteri Theresa May berjanji akan mengadakan voting untuk menunda Brexit jika kesepakatan yang diajukannya gagal.

Minyak mentah West Texas berakhir lebih tinggi setelah sempat mengalami penurunan terbesar dalam empat pekan pada Senin (25/2) menyusul kritik dari Presiden Donald Trump bahwa harga terlalu tinggi.

Sementara itu tresuri meningkat pasca lelang tenor tujuh tahun yang menguat.

3. Halo, Vietnam.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jongun berada di Hanoi untuk bersiap menghadapi situasi yang dapat mengakhiri perang Korea secara tidak resmi.

Ekspektasi tidak terlalu tinggi dari hasil pertemuan tingkat tinggi kali ini, apalagi keduanya belum mencapai kesepakatan terkait definisi denuklirisasi, yang tidak mungkin diselesaikan pekan ini.

Trump dan Kim akan bertemu Rabu malam untuk percakapan satu lawan satu selama 20 menit sebelum dilanjutkan dengan makan bersama.

Gedung Putih belum mengatakan di mana mereka akan mengadakan KTT formal mereka pada Kamis (28/2).

4. Huawei Permainkan AS

Chairman Huawei Guo Ping, menyampaikan pernyataan tegas terhadap tuduhan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa produk mereka digunakan untuk melakukna espionase.

Guo mengatakan di tengah-tengah pameran dagang industri telepon bahwa AS tidak memiliki bukuti untuk mengangkat isu espionase terhadap Huawei.

Dia bahkan menjadi ofensif ketika menunjuk undang-undang federal AS yang memaksa perusahaan teknologi A.S untuk menyediakan data yang diminta petugas penegak hukum yang disimpan di server - bahkan jika mereka berada di tanah asing.

5. Ekonomi China menunjukkan tanda pemulihan

Bloomberg Economics merangkum indikator paling awal yang tersedia tentang sentimen pasar dan kondisi bisnis kemudian menyimpulkan bahwa ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan bersamaan dengan saham dan reli komoditas mengangkat kepercaayan diri investor.

Saham dan komoditas utama memimpin kenaikan, dan perusahaan kecil menjadi lebih percaya diri.

Pada saat yang sama, indikator inflasi, perdagangan dan sentimen manajer penjualan menunjukkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa China telah mencapai titik terendah.

David Qu, seorang ekonom di Bloomberg Economics di Hong Kong, mengatakan bahwa pasar didorong pelonggaran moneter bank sentral China dan ruang untuk bernafas pasca keputusan AS untuk memperpanjang periode negosiasi perang dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kebijakan The Fed, kim jong un, ekonomi china, Donald Trump

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top