Presiden Jokowi Ingin PKH Bermanfaat untuk Peningkatan Gizi Anak

Presiden Joko Widodo meminta para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk pandai merencanakan penggunaan dana bantuan sosial tersebut sehingga tepat guna.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  21:39 WIB
Presiden Jokowi Ingin PKH Bermanfaat untuk Peningkatan Gizi Anak
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2019 di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, CILACAP--Presiden Joko Widodo meminta para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk pandai merencanakan penggunaan dana bantuan sosial tersebut sehingga tepat guna.

Apalagi mulai tahun ini, besaran dana bantuan yang diterima para keluarga prasejahtera meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Presiden saat menyalurkan bantuan PKH kepada masyarakat di Kabupaten Cilacap pada Senin, (25/2/2019).

"Tolong dihitung, direncanakan, dipakai untuk apa biar penggunaannya betul-betul tepat sasaran dan kita merencanakan betul secara jernih," ujar Presiden di di Gedung Patra Ria Pertamina, Kabupaten Cilacap.

Dalam acara tersebut, hadir 1.257 orang penerima manfaat PKH yang berasal dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, tumbuh kembang generasi muda Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Apalagi program kerja pemerintah ke depan juga berkaitan langsung dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, Jokowi meminta para keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan gizi anak maupun ibu hamil dengan menggunakan dana bantuan PKH ini.

"Anak didahulukan agar anak kita ini sehat-sehat semua," tuturnya.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, untuk tahap pertama, Provinsi Jawa Tengah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2 triliun untuk PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun ini. Khusus Kabupaten Cilacap, tahun ini dianggarkan dana bantuan PKH sebesar Rp92 miliar untuk 77.745 keluarga penerima manfaat.

Untuk diketahui, implementasi PKH pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain bantuan tetap yang besarnya mencapai kurang lebih Rp1,5 juta per keluarga tiap tahunnya, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan dana tambahan yang besarannya disesuaikan dengan indeks bantuan sosial PKH.

Dalam indeks tersebut ditetapkan bahwa penerima manfaat akan menerima tambahan dana bila dalam satu keluarga terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak usia SD hingga SMA, anggota yang mengalami disabilitas berat, serta lansia.

Tampak hadir mendampingi Presiden di acara ini, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup