18 Kapal Ikan Terbakar di Muara Baru, Ini Nama-namanya & Pemicu Api

Sedikitnya 18 kapal penangkap ikan terbakar di Muara Baru, Jakarta Utara, pada Sabtu (23/2/2019).
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 Februari 2019  |  23:21 WIB
18 Kapal Ikan Terbakar di Muara Baru, Ini Nama-namanya & Pemicu Api
Sebanyak 18 kapal penangkap ikan terbakar di Muara Baru, Jakarta Utara. Kebakaran terjadi mulai pk. 15.45 dan hingga malam harinya api belum dapat dipadamkan. - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA – Sedikitnya 18 kapal penangkap ikan terbakar di Muara Baru, Jakarta Utara, pada Sabtu (23/2/2019).

Kebakaran itu bermula pada pk. 15.45 dan terjadi dermaga di depan Kantor Syahbandar Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman.

Pada awal kebakaran, suara ledakan terdengar dari salah satu kapal nelayan yang terbakar. Informasi yang berkembang menyebutkan terdapat 18 kapal yang terbakar.

Sejauh ini, berdasarkan siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima Bisnis pada Sabtu malam, 13 kapal telah dapat diidentifikasi yakni:

  1. Indra V gt.74 no. 8114/bc, pemilik Angel
  2. Putra Gampang gt.30 no. 8288/Bc pemilik Angel
  3. Indi King Jaya 18A gt.53 no. 8475/Bc pemilik Febby Lee
  4. Permai Timur 1 gt.40 no. 4537/Bc pemilik Tan Hasan Subroto
  5. Permai Timur II gt.82 no. 812/Be pemilik Tan Hasan Subroto
  6. Hasil Melimpah 1 gt.89 no. 650/Qa pemilik Triwijayanto
  7. Mega Tama 1 gt.30 no. 8632/Bc pemilik Febby Lee
  8. Pesisir Andalan 3 gt.87 no.8777/Bc pemilik PT Tanjung Permai Abadi
  9. Moro Mulya
  10. Sinar Surya
  11. kapal baru (belum ada nama)
  12. KM Kerapu A1 GT.98 milik Budi Satria

Di luar 13 nama dari KKP itu, sebagaimana ditulis Antara, pihak kepolisian menyebutkan KM Arta Minajaya sebagai sumber api yang menyebar ke belasan kapal lain.

Pada perkembangan terakhir pada pk 22.33 WIB, polisi menduga arus pendek aliran listrik menjadi penyebab kebakaran besar tersebut.

"Berawal dari Kapal Motor (KM) Arta Minajaya. Di kapal itu telah terjadi kebakaran yang berawal dari kegiatan pengelasan listrik di pondasi mesin penyedot air kapal. Itu kami terima dari pemeriksaan sementara," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKPB Reynold E. P. Hutagalung.

Dia menjelaskan bahwa percikan api las menyebabkan arus pendek (korsleting) yang memicu kebakaran. Jarak kapal yang berdekatan satu sama lain juga menyebabkan api menyebar dengan cepat.

Polisi juga telah memeriksa enam orang saksi dalam peristiwa kebakaran tersebut. "Sudah ada enam saksi yang diperiksa. Kami mendapatkan informasi awal penyebab kebakaran dari pemeriksaan itu," ujarnya.

Saksi yang diperiksa adalah kapten kapal, ABK dan warga di sekitar lokasi. Polisi masih melakukan pendalaman penyelidikan.

Mengenai kerugian materi akibat kebakaran tersebut, Reynold belum bisa memberikan angka pasti karena belum bertemu dengan pemilik kapal. "Belum ditaksir karena pemiliknya belum ada," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan upaya pemadaman masih berlangsung dengan jumlah kapal yang terbakar sebanyak 18 unit. Sebanyak 23 unit kendaraan pemadam kebakaran juga telah dikerahkan di lokasi kebakaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top