Heboh Puisi Neno Warisman, Ketua PBNU: Tuhan yang Kita Sembah, Bukan Pilpres

Heboh Puisi Neno Warisman, Ketua PBNU: Tuhan yang Kita Sembah, Bukan Pilpres
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Februari 2019  |  12:22 WIB
Heboh Puisi Neno Warisman, Ketua PBNU: Tuhan yang Kita Sembah, Bukan Pilpres
Neno Warisman - Bisnis/Sutarno

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mempertanyakan kekhawatiran Neno Warisman saat berpuisi di malam Munajat 212. Robikin mengatakan, Tuhan yang disembah adalah Allah SWT, bukan pilpres.

"Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres, bahkan bukan agama itu sendiri," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Robikin mengatakan Pilpres 2019 seharusnya tidak usah diandaikan seperti perang. Menurut dia, Pilpres merupakan kontestasi lima tahunan yang dalam konstitusi tidak menggunakan istilah menang atau kalah. 

Hal itu diungkapkan Robikin menanggapi doa viral yang diucapkan Neno Warisman. Kutipan doa Neno Warisman itu viral dalam sebuah video di media sosial usai acara Munajat 212 di Monas, Kamis malam lalu. Dalam potongan doa tersebut, Neno Warisman menyebut "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

Menurut Robikin, kedua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan berlaga di Pilpres merupakan orang Islam. Lantas, kata dia, apa dasar kekhawatiran Neno yang membawa nama Tuhan seperti ini.

"Atas dasar apa kekhawatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?" kata Robikin.

Dia juga mengatakan doa adalah cara membangun hubungan baik dengan Allah SWT. Menurut dia, doa tentu harus dilafalkan dengan baik sesuai ajaran Islam. "Antara lain dengan adab yang baik, dengan penuh sopan santun. Tentu juga tidak memanipulasi fakta," ujar Robikin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fpi, nahdlatul ulama

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup